BerandaBERITADensus 88 Tangkap 370 Terduga Teroris Sepanjang Tahun 2021

Densus 88 Tangkap 370 Terduga Teroris Sepanjang Tahun 2021

JAKARTA – Sepanjang tahun 2021, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah menangkap 370 terduga pelaku tindak pidana terorisme.

“Jumlah penangkapan 370, semua (tersangka),” kata Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar kepada wartawan, Jumat (24/12/2021).

Penangkapan terbanyak dilakukan pada bulan Maret yakni sebanyak 75 orang. Kemudian April sebanyak 70 orang serta Agustus 61 orang.

Selanjutnya, penangkapan paling sedikit dilakukan pada bulan Oktober 1 orang, September 7 orang dan Juli hanya sebanyak 8 orang.

Sebelumnya, Densus 88 antiteror telah menangkap 94 terduga teroris sejak Januari hingga Maret 2021.

Penangkapan ini dilakukan di sejumlah wilayah di Tanah Air, yakni Makassar, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jakarta, Bekasi, Jawa Barat dan Tangerang, Banten.

Saat itu, Pada operasi pencegahan dan penanggulangan terorisme Januari 2021 ditangkap sebanyak 20 orang terduga teroris di wilayah Makassar. Selanjutnya, 22 orang ditangkap di wilayah Jawa Timur selama periode Februari-Maret 2021.

Setelah penangkapan 22 terduga teroris di Jawa Timur, Tim Densus 88 Anti Teror mengembangkan ke wilayah Sumatera Barat, diamankan 6 terduga, lalu di Sumatera Utara sebanyak 18 orang terduga, termasuk dua terduga di wilayah Jakarta.

Setelah bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Tim Densus 88 Anti Teror menangkap 7 terduga teroris di Makassar, di Bima NTB bertambah jadi 5 orang.

Penangkapan juga dilakukan di wilayah Condet, Jakarta Timur dan Bekasi, Jawa Barat, ada 4 orang yang diamankan. Lalu ditangkap satu orang terduga teroris di wilayah Cirende, Tangerang Selatan.

“Dari 94 orang terduga teroris yang kita tangkap, 90 orang terafiliasi dengan jaringan JAD dan Jamaah Islamiah,” kata Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta.

Untuk 4 terduga teroris yang ditangkap di wilayah hukum Polda Metro Jaya, lanjut Ramadhan, belum diketahui jaringan kelompoknya. “Yang 4 di wilayah hukum Polda Metro Jaya masih penelusuran oleh Tim Densus 88, apakah terafiliasi dengan JAD atau Jamaah Islamia,” kata Ramadhan.

Ramadhan menambahkan, penangkapan yang dilakukan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri sebagai wujud “preventif strike” atau langkah pencegahan sebelum kejadian.

“Ini adalah wujud dari preventif strike, pencegahan yang dilakukan agar tidak terjadi, dan kita telah melakukan penangkapan-penangkapan tersebut sejak Januari, itu menunjukkan perencanaan-perencanaan (pengeboman-red) itu bisa saja terjadi,” kata Ramadhan. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular