Bio Farma Siap Produksi Massal Vaksin Corona

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan, vaksin virus corona (Covid-19) buatan perusahaannya dengan perusahaan Cina, Sinovac, akan tersedia pada awal 2021. Selama sebulan proses uji klinis prosesnya tak ada efek samping berarti bagi para relawan setelah proses uji klinis tahap III vaksin Sinovac.

Proses uji klinis sudah berlangsung lebih dari 1 bulan dan berjalan lancar. “Tidak ada ditemukan efek samping yang signifikan pada relawan,” katanya, merujuk pada Ketua Tim Riset Vaksin dari Fakultas Kedokteran Unpad Prof Kusnandi Rusmil.

“Uji klinis selanjutnya berlangsung selama 7 bulan. Jika semuanya lancar, Januari sudah dapatkan hasilnya,” lanjutnya kepada cnbnindonesia, dalam press briefing bersama Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Rabu (30/9/2020).

Ia  mengatakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin corona di fasilitas Sinovac di Beijing, China pada awal November untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19 mulai dari bahan bakunya.

Untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19, mulai dari bahan bakunya, BPOM akan melakukan fisik audit, proses pengembangan dan produksi vaksin corona di fasilitas Sinovac di Beijing yang diperkirakan akan dilakukan sekitar akhir Oktober atau awal November yang akan datang. BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi vaksin Covid-19 di Bio Farma memenuhi standar Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP), sehingga BPOM juga akan melakukan audit ke fasilitas produksi yang ada di Bio Farma.

Sambil menunggu uji klinis selesai, persiapan produksi vaksin akan dimulai sejak November sampai dengan Desember 2020. Saat ini kapasitas produksi dari hilir itu sudah akan tersedia 250 juta dosis pada 2021, ditingkatkan dari 100 juta dosis pada 2020.

“Apabila uji klinis berjalan lancar, diproduksi Januari 2021 mendatang,” katanya.

Sebelumnya, pasca WHO meluluskan vaksin Corona, saham Farmasi langsung melompat tajam. Perusahaan Farmasi plat merah, Bio Farma, akan memiliki kapasitas untuk memproduksi 250 juta dosis vaksin coronavirus penyebab COVID-19 per tahun pada Desember 2020 sambil menunggu uji coba pada manusia.

Ini diungkapkan Menteri BUMN, Erick Thohir, saat berkunjung ke Bio Farma pada Agustus 2020. Erick Thohir, mengatakan Bio Farma akan meningkatkan kapasitas dalam beberapa bulan mendatang dan pada akhir tahun akan siap untuk memproduksi 250 juta dosis per tahun.

“Mari kita percaya pada kemampuan negara kita. Jangan ragu Bio Farma yang telah terbukti sejak 1890, baik untuk memproduksi vaksin yang diproduksi dengan mitra internasional atau vaksin yang diproduksi hanya oleh mereka,” kata Thohir.

Uji coba Indonesia akan dilakukan di Bandung, Jawa Barat yang melibatkan sekitar 1.620 sukarelawan, menurut situs web pemerintah Jawa Barat. Dikutip dari reuteurs, Sinovac tidak segera menanggapi permintaan komentar yang juga bekerja dengan Bangladesh dan Brasil untuk uji klinis.

Bambang Heriyanto, sekretaris perusahaan di Bio Farma, mengatakan kepada Reuters kapasitas produksi yang ditargetkan untuk 250 juta dosis bergantung pada vaksin yang lolos uji coba.[sultantv]

(Visited 9 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.