Sejak diberlakukannya work from home (WFH) di lingkungan Pemkot Cilegon, sejumlah kantor Organisasi Perangkat Dinas (OPD) terlihat lebih sepi. Ini lantaran yang masuk kerja hanya limapuluh persen dari jumlah pegawai yang ada.
Diketahui, pemberlakuan WFH dilakukan lantaran kasus covid-19 di kota baja itu kembali naik. Namun sayang, terpantau di sejumlah kantor OPD, rupanya sebelum waktu jam pulang, banyak para pegawai ASN yang sudah pulang lebih awal.
Seperti kemarin, Rabu (30/6), waktu belum menunjukkan pukul 16.00 WIB. Tapi sejumlah kantor OPD sudah sepi seperti kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dan kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sudah mulai sepi.
Ketika wartawan akan mencoba menemui seseorang,kata petugas security di kantor BPKAD, bahwa pejabat yang dimaksud sudah pulang.
“Oh udah pulang. Udah sepi sih. Udah pada pulang,” katanya.
Itu baru di dua kantor OPD. Bagaimana kalau ternyat semua kantor OPD yang lokasinya tidak menyatu dengan kantor walikota.
Lantaran penasaran,wartawan pun coba mengkonfirmasi Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Pemberhentian dan Pembinaan Kesejahteraan Pegawai pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon Budi R Mustika. Menurutnya, walaupun WFH, jam masuk dan jam pulang kerja masih tetap sama.
“Iya. Masih sama seperti biasa. Jam 7.45 masuk. Jam 16 pulang”, imbuhnya. (mam)





