28.8 C
Serang
Thursday, February 25, 2021

Anti Maling, Vaksin Corona Bisa Dilacak

Vaksin COVID-19 yang disebar ke berbagai daerah di Indonesia telah diberi pengamanan berlapis agar mudah dilacak. Tujuannya vaksin bisa terdistribusi dengan baik.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan vaksin COVID-19 dilengkapi dengan barcode. Barcode itu tertera pada vial atau kemasan vaksin, kemasan kotak kecil dan kotak besar.

“Ini ada barcodenya di masing-masing vial, jadi masing-masing ada. Lalu di dalam kotaknya ada barcodenya. Lalu juga di box besar ini, ini ada barcodenya,” kata Erick dalam sebuah video seperti dikutip detikcom, Jumat (22/1/2021).

Kemudian, mobil yang mengirim pun bisa terlacak. Bahkan, sampai pelat mobilnya yang membawa vaksin COVID-19 itu pun bisa terdeteksi.

“Jadi bismillah mestinaya terkirim dengan baik apalagi kalau teman-teman media lihat mobilnya kelihatan D 8868 FN, itu nomor mobilnya terdeteksi. Ini contoh dari Bandung yang ke Tangerang. Ini contoh ke Aceh, semua datanya, turunannya,” sambungnya.

Menurut Erick, sejak awal, Bio Farma telah memberikan barcode di botol dan kemasan vaksin Sinovac, sehingga setiap botol vaksin akan terlacak penerimanya. Demikian juga saat distribusi ke daerah, truk pengirim vaksin bisa dilacak. “Truk-truknya akan terlihat, nomor mobilnya apa, ada kejadian apa, kita lakukan apa,” katanya.

Barcode tersebut menjadi salah satu bagian dari perbaikan sistem database vaksin nasional. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan, dengan barcode tersebut, vaksin dapat dicegah untuk tidak disuntikkan kepada orang yang belum seharusnya disuntik.

“Kita dibantu Pak Menteri BUMN, semua viral vaksin ada barcode untuk dealing dengan siapa yang disuntik, jadi one by one ketahuan. Tetesan-tetesan vaksin yang mungkin tadinya mau dipakai jadi tetesan nafkah para koruptor mudah-mudahan bisa dikurangi karena semua sudah terintegrasi lewat IT sejak awal pemaketan kita bisa track barangnya ke mana,” kata Budi.

Sistem layanan vaksinasi ini disiapkan oleh PT Bio Farma bersama PT Telkom. Mereka menggunakan teknologi track and trace berupa 2D barcode pada kemasan vaksin Covid-19 yang dilakukan saat proses pengemasan produk. Aplikasi teknologi itu untuk memastikan produk asli, sekaligus mengendalikan stok. Selain itu, menampilkan informasi detail tanggal kedaluwarsa, nomor batch, dan nomor serial produk ketika barcode dipindai bagi pengguna.

“Pemasangan teknologi track and trace, dalam bentuk barcode yang dapat dipindai, dipasang pada kemasan primer (vial), sekunder (dus kemasan) maupun tersier hingga truk pengantar,” kata Direktur Digital Health Care PT Bio Farma, Soleh Udin Al Ayubi, yang akrab disapa Ayub, pada 2 Desember 2020.

Ayub mengatakan, infrastruktur digital tersebut juga dikembangkan untuk mengawasi vaksin saat proses distribusi. Salah satunya dengan menyematkan Freeze Tag, untuk memastikan suhu vaksin tetap berada antara 2-8 derajat Celsius saat proses pengiriman berlangsung.

Selain itu, teknologi Global Positioning System (GPS) digunakan untuk memindai posisi pengantaran vaksin, dan memantau suhu vaksin selama perjalanan berlangsung secara real-time dari command center yang berada di PT Bio Farma.[]

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

12,731FansSuka
6,654PengikutMengikuti
31,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru