SERANG, Sultantv.co — Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyambut baik kehadiran program revitalisasi sekolah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pasalnya, bantuan ini sangat dibutuhkan untuk menuntaskan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Serang yang selama ini masih menghadapi tumpukan pekerjaan rumah yang cukup besar.
Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, menjelaskan bahwa upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan terus dilakukan secara bertahap, baik melalui anggaran daerah maupun bantuan dari pemerintah pusat.
“Melalui APBD Kabupaten Serang, kita juga menganggarkan dana untuk menuntaskan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan. Kalau tidak salah, ada sekitar 33 ruang kelas untuk jenjang SD, dan untuk jenjang SMP ada 29 ruang kelas yang akan diperbaiki,” ungkap Aber.
Ia melanjutkan, selain dari anggaran daerah, tahun ini Kabupaten Serang juga mendapatkan dukungan besar melalui program RAPID dari pemerintah pusat.
Dari program RAPID tahun ini, Dindikbud mendapatkan bantuan untuk 61 SD atau sekitar 123 ruang kelas sekolah (RKS). Kemudian, untuk jenjang SMP ada 40 sekolah dengan 96 ruang kelas, dan 129 untuk lembaga PAUD.
“Jadi, alhamdulillah tahun ini kita dari RAPID-nya lebih banyak dibantu oleh pusat sehingga ini akan menolong APBD Kabupaten Serang untuk segera menuntaskan kerusakan-kerusakan sekolah,” jelasnya.
Aber menambahkan, bantuan dari pusat ini sangat membantu dan meringankan beban APBD Kabupaten Serang dalam upaya memperbaiki dan menuntaskan kerusakan bangunan sekolah yang tersebar di berbagai pelosok daerah.
Sebelumnya, data yang disampaikan menunjukkan betapa besarnya tantangan yang selama ini dihadapi di sektor pendidikan Kabupaten Serang.
Untuk jenjang SD, kondisi rusak berat tercatat sebanyak 785 ruang kelas, sedangkan yang rusak ringan mencapai 1.275 ruang kelas. Kemudian untuk SMP, yang rusak berat 287 ruang kelas, dan rusak sedang sebanyak 386 ruang kelas.
Angka-angka ini menurutnya bukan hal yang ringan untuk diselesaikan hanya dengan kekuatan anggaran daerah saja.
“Ini luar biasa kalau tidak dibantu oleh pusat, kita akan ripuh menuntaskan kerusakan sekolah ini. Makanya saya menyambut baik program Pak Presiden dengan adanya revitalisasi untuk perbaikan sekolah,” ucap Aber.
Ia juga memastikan bahwa program revitalisasi sekolah tersebut sudah mulai berjalan di Kabupaten Serang.
Periode pertama pelaksanaan April–Mei 2026, beberapa sekolah sudah selesai direvitalisasi. Contohnya SMP Negeri 1 Pamarayan dan SMP Negeri 2 Cikande.
Pihak Dindikbud beserta Bupati Serang Ratu Racmhatuzakiyah, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) berencana meninjau langsung ke lokasi atas hasil program tersebut.
“Ibu Bupati merencanakan ingin meninjau ke sana dan Pak Menteri juga berencana pengen melihat yang di Serang. Mudah-mudahan nanti ada kesempatan waktunya untuk ketemu kita dan bisa berkunjung ke sana,” ungkap Aber.
Sementara itu, di bidang layanan kesehatan, Pemkab Serang melalui Dinas Kesehatan gencar melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta tracing/penemuan kasus Tuberkulosis (TB) Paru bagi masyarakat di masing-masing Puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dr. Efrizal menyampaikan, program CKG merupakan bentuk dukungan terhadap Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna mewujudkan pelayanan kesehatan dasar secara menyeluruh.
Program pemeriksaan kesehatan ini mencakup berbagai layanan. Mulai dari deteksi dini penyakit tidak menular, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga fungsi ginjal secara gratis.
“Kesehatan merupakan pilar utama pembangunan sumber daya manusia. Melalui program Cek Kesehatan Gratis ini, paradigma layanan kesehatan kita dorong bergeser dari yang semula kuratif (mengobati) menjadi promotif dan preventif (mencegah),” tegas Efrizal.
“Periksakan kondisi kesehatan secara berkala karena kesehatan adalah investasi paling berharga. Mari kita sukseskan program ini demi Kabupaten Serang yang lebih sehat dan bahagia,” tambahnya.
Kegiatan tracing/penemuan kasus Tuberkulosis (TB) Paru, lanjut Efrizal, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan penemuan kasus TB Paru secara dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Melalui kegiatan ini, petugas kesehatan melakukan penelusuran terhadap individu yang berisiko terpapar TB Paru, memberikan edukasi mengenai gejala dan cara penularan TB, serta mendorong masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TB Paru.
“Kami berharap penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat, akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan semakin meningkat, serta upaya pencegahan dan pengendalian penyakit TB Paru dapat berjalan secara optimal,” jelas Efrizal.
Dinkes berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat, guna mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari tuberkulosis.
Ada pula kegiatan Supervisi Fasilitatif Layanan dan Program Gizi, KIA, dan Kespro Tahun 2026 di beberapa Puskesmas dan klinik di Kabupaten Serang.
Antara lain UPT Puskesmas Anyer dan Klinik Afina, UPT Puskesmas Cinangka, UPT Puskesmas Tunjung Teja, UPT Puskesmas Kibin, dan sebagainya.
Efrizal mengatakan supervisi fasilitatif merupakan upaya pendampingan yang berorientasi pada pembinaan, pemecahan masalah bersama, mulai dari penguatan penerapan standar pelayanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Pelayanan Kesehatan Reproduksi (Kespro) juga menjadi perhatian Dinkes Kabupaten Serang secara konsisten di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan guna mendukung penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan stunting, serta peningkatan kualitas layanan calon pengantin (catin) dan Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Serang,” tutupnya. (ADV)


