SERANG, Sultantv.co — Pembangunan infrastruktur bukan sekadar soal cor beton dan aspal. Lebih dari itu, infrastruktur adalah urat nadi yang menghubungkan warga desa dengan pusat pelayanan kesehatan, pendidikan, pasar, dan berbagai fasilitas publik lainnya.
Pemerintah Kabupaten Serang terus berupaya memastikan pembangunan infrastruktur berjalan merata di seluruh penjuru daerah, tanpa ada yang tertinggal.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang, Mochamad Ronny Natadipraja, menjelaskan secara rinci kondisi pemerataan pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan di Kabupaten Serang.
Menurutnya, jalan desa menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas antar wilayah.
“Jalan desa merupakan bagian dari prioritas pemerintah Kabupaten Serang untuk ditangani. Karena jalan desa merupakan konektivitas untuk mobilisasi masyarakat mencapai tujuannya,” tegas Ronny, Sabtu (24/10/2026).
Dijelaskan Ronny, peningkatan kualitas jalan desa membawa dampak positif secara berantai yang sangat luas bagi kehidupan masyarakat.
“Dengan peningkatan jalan desa ini juga akan meningkatkan sektor pendidikan, sektor kesehatan, sektor perekonomian, serta sosial budaya. Semuanya akan ikut meningkat,” tambahnya.
Meski memiliki keterbatasan anggaran, pada tahun 2026 ini Pemkab Serang tetap berkomitmen menangani sekitar 110 lokasi titik jalan desa. Sebagian besar berasal dari anggaran kabupaten, dan sebagian lagi merupakan dukungan dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Lokasi penanganan tersebar merata di berbagai kecamatan yakni Anyer, Mancak, Kramatwatu, Jawilan, Carenang, hingga Ciomas dan sekitarnya.
“Salah satu tujuan pembangunan Bupati Serang adalah pemerataan. Tidak ada pengkhususan, tidak ada penganaktirian. Kita realisasikan aspirasi masyarakat di tiap daerah secara sama,” tegas Ronny.
Sampai saat ini, progres penanganan jalan desa tahun 2026 telah mencapai sekitar 85 persen. Sebagian sudah selesai, dan sisanya masih dalam proses pengerjaan.
Dirinya juga menegaskan bahwa penanganan infrastruktur tidak berhenti pada jalan saja. Berbagai sektor lain juga mendapat porsi perhatian, antara lain penyediaan akses air minum bagi warga, perbaikan drainase dan irigasi, penataan fasilitas sosial dan fasilitas umum, serta rehabilitasi gedung-gedung pelayanan publikPembangunan gedung juga terus berjalan.
Di lingkungan Puspemkab Serang, sedang dibangun gedung baru untuk kantor DPPPAKB. Selain itu, anggaran juga tersedia untuk penataan lahan dan jalur pejalan kaki di kawasan Puspemkab.
Di luar kawasan Puspemkab, sejumlah proyek penataan alun-alun juga sedang berjalan di Kecamatan Ciomas, Pamarayan, Baros, dan Cikande.
Rehabilitasi kantor kecamatan juga berlangsung di Carenang, Tirtayasa, dan Ciomas. Secara umum, progres pembangunan fisik ini berada di kisaran 80 persen.
Selain bersumber dari APBD Kabupaten Serang, pembangunan infrastruktur juga terbantu dari dukungan pemerintah pusat dan provinsi. Salah satu yang paling dirasakan manfaatnya adalah Program Bang Andra.
“Program Bang Andra ini sangat dirasakan masyarakat Kabupaten Serang manfaatnya. Dengan adanya program ini, pemerintah daerah sangat terbantu. Masyarakat desa juga senang, beban kita juga terkurangi,” ungkap Ronny.
Tahun ini saja, Kabupaten Serang mendapatkan dukungan penanganan jalan desa melalui Program Bang Andra di tiga lokasi. Sedangkan tahun depan, pihak Pemkab Serang telah mengusulkan 26 titik baru untuk ditangani melalui program yang sama, dan terus berkoordinasi secara intensif agar usulan tersebut dapat terealisasi sepenuhnya.
Selain itu, dukungan juga datang dari program Inpres yang juga akan terealisasi di tahun ini. Menghadapi tahun 2027 mendatang, dengan penyesuaian anggaran yang ada, DPUPR Kabupaten Serang tetap menyusun prioritas kegiatan yang paling berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan alokasi anggaran yang telah disesuaikan, fokus pembangunan tetap diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang tercantum dalam RPJMD, mendukung indikator kinerja utama dinas, serta program prioritas daerah.
Rencana penanganan infrastruktur tahun mendatang mencakup perbaikan dan pemeliharaan jalan kabupaten dan desa beserta jembatannya, pengembangan pelayanan penyediaan air minum, pembangunan MCK dan peningkatan sanitasi lingkungan.
Kemudian, pembangunan TPS3R untuk penanganan persampahan rehabilitasi kantor-kantor kecamatan dan fasilitas umum, penanganan drainase, irigasi, serta titik rawan banjir dan kekeringan, serta optimalisasi layanan administrasi, perizinan, dan penataan ruang.
Di akhir pernyataannya, Ronny menyampaikan harapan agar dukungan pembangunan dari pemerintah provinsi terus berlanjut dan diperluas.
“Semoga Program Bang Andra di Kabupaten Serang ini semakin diperbanyak titiknya, semakin diperbesar juga anggarannya. Syukur-syukur semua permasalahan jalan desa yang ada di Kabupaten Serang bisa dituntaskan bersama dengan adanya dukungan tersebut,” pungkasnya. (ADV)


