SERANG, Sultantv.co — Gubernur Banten Andra Soni menerima audiensi Forum Saijah Rangkasbitung dan Lembaga Pelestari Kebudayaan (LAPIK) 94 di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syamun, Kota Serang, Jumat (23/10/2026). Pertemuan tersebut membahas partisipasi pegiat film asal Banten dalam festival film internasional sekaligus mendiskusikan penguatan ekosistem perfilman di Provinsi Banten ke depan.
Dalam pertemuan itu, Andra Soni menyampaikan bahwa Provinsi Banten memiliki sejarah panjang dalam perkembangan perfilman nasional. Sejumlah tokoh perfilman yang memiliki kontribusi penting bagi industri film Indonesia diketahui berasal dari Banten, di antaranya Teguh Karya, Bing Slamet, Ratno Timur, dan Eros Djarot yang berasal dari Rangkasbitung.
“Alhamdulillah, pagi ini saya menerima komunitas pegiat film yang diundang untuk berpartisipasi dalam Rotterdam International Film Festival dan Tokyo International Film Festival,” ungkap Andra Soni.
Ia menilai, rekam jejak para tokoh tersebut menjadi modal penting bagi perkembangan perfilman di Banten. Karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk mendorong generasi penerus agar terus mendalami dunia perfilman, baik melalui pengembangan pengetahuan, produksi karya, maupun penguatan komunitas dan ruang kolaborasi.
“Pemprov Banten mendukung penuh dan mendoakan agar kegiatannya berjalan lancar, sehingga sineas dan tokoh film asal Banten semakin mendunia,” tuturnya.
Selain membahas partisipasi dalam festival internasional, audiensi tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai masa depan ekosistem perfilman di Banten. Penguatan ekosistem ini dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, pendidikan dan apresiasi film, pendokumentasian sejarah perfilman lokal, hingga penciptaan ruang pertemuan bagi para sineas dan komunitas film.
Dalam diskusi tersebut, turut mengemuka harapan agar Provinsi Banten dapat memiliki festival film yang diselenggarakan secara berkelanjutan. Kehadiran festival film diharapkan menjadi ruang apresiasi dan pertemuan bagi para pembuat film, sekaligus membuka kesempatan bagi karya-karya dari Banten untuk bertemu dengan penonton yang lebih luas.
Festival film juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem perfilman yang tidak hanya berorientasi pada produksi karya, tetapi juga mencakup pendidikan, kritik, distribusi, pengarsipan, serta pengembangan jejaring antarkomunitas dan pelaku industri film.
Sementara itu, perwakilan Forum Saijah Rangkasbitung, Fuad Fauji, menjelaskan bahwa pihaknya akan berpartisipasi dalam dua festival film internasional dengan membawa narasi mengenai sejarah dan kiprah tokoh perfilman asal Banten.
Pada Tokyo International Film Festival yang berlangsung pada 26–31 Oktober 2026, Forum Saijah Rangkasbitung akan mengangkat kiprah Misbach Yusa Biran, tokoh perfilman Indonesia yang dikenal melalui kontribusinya sebagai sutradara, penulis, dan pengarsip film.
Adapun dalam partisipasi di International Film Festival Rotterdam, pihaknya akan mengangkat profil dan karya tokoh sutradara perempuan asal Provinsi Banten.
Partisipasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan kontribusi tokoh perfilman asal Banten kepada khalayak internasional sekaligus membuka ruang pembicaraan yang lebih luas mengenai sejarah dan perkembangan perfilman daerah.
Melalui audiensi ini, diharapkan dukungan pemerintah daerah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat untuk membangun ekosistem perfilman Banten yang berkelanjutan, serta mendorong lahirnya ruang-ruang apresiasi yang memungkinkan sineas lokal berkembang dan berjejaring hingga tingkat nasional maupun internasional.





