Dinas Pariwisata Banten Tetap Berpromosi di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 menghantam sektor pariwisata berdampak sangat terasa. Di berbagai kawasan wisata bukan hanya sepi tapi pelaku juga pengelola wisata kebingungan dan tidak sedikit pengelola hotel dan restoran mengurangi jumlah karyaawan bahkan sampai gulung tikar.  

Guna menjaga sektor pariwisata tetap bisa hidup, Dinas Pariwisata Banten melakukan kiat-kiat agar sektor pariwisata tidak lumpuh total. Dr. H. Tabrani, M.Pd, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten menjelaskan, meskipun di tengah-tengah pandemi Covid-19, sepanjang destinasi wisata boleh dibuka kembali untuk masyarakat umum, saat ini pihaknya terus melakukan berbagai upaya promosi, terutama ke berbagai media. Seperti media cetak, media elektronik lokal di Banten, bahkan media di luar ruang di publik area. Pihaknya juga terus mengoptimalkan dan memanfaatkan akun-akun medsos yang dimiliki Dispar seperti website dan instagram.

“Sehingga masyarakat tidak melupakan obyek wisata di Banten, bahkan kalau nanti dibuka oleh Pemda sebagai pengelola kawasan wisata, maka masyarakat bisa datang ke objek-objek wisata tersebut,” tutur H Tabrani kepada Sultan TV, Senin (21/9).

Di tengah pandemi Covid-19 ini, Dinas Pariwisata Banten berkordinasi dengan dinas-dinas yang membidangi pariwisata di kabupaten dan kota agar selalu menyiapkan protokol kesehatan ketika objek-objek wisata itu dibuka.

“Mereka juga harus tetap menjaga kebersihan, mencuci tangan dengan mengunakan hand sanitizer, menggunakan masker, serta menjaga jarak. Artinya kalaulah memang objek wisata dibuka, mereka harus ketat melakukan upaya protokol kesehatan. Meskipun begitu kita  terus melakukan edukasi. Karena posisi sekarang masih banyak masyarakat yang mengabaikan,” imbuhnya.

Karena pandemi ini bukan terjadi di Banten saja, protokol kesehatan ini kata dia, sudah tidak asing lagi. Meskupun memang ada masyarakat yang mengabaikan. “Kami mengedukasi tentang pentingnya buat apa rekreaasi kalau pulang darai rekreasi malah membawa dan menyebarkan virus,” kata dia.

Pihaknya, terus melakukan pemantauan. Bila masih ada pengunjung yang belum mau melaksanakan, akan terus dilakukan edukasi dan pemahaman.

Perihal ini, Indah Rusmiati SH Sip Mip, anggota Komisi 3 DPRD Banten menanggapi, pemerintah sudah menyiapkan kebijakan-kebijakan terkait pariwisata ini. Kalaupun ada tempat-tempat yang dikunjungi, tetap menggunakan protap.

“Tetep melakukan 3 M. Kita tetep tidak boleh lalai dan cuci tangan. Paling utama sekali jaga jarak. Tetep waspada berhati-hati tanpa harus parno,” tutur Indah kepada Sultan TV, Senin (1/19)

Indah mengatakan, ada hikmah di balik saat pandemik. Pemerintah sudah mulai mendata. Menurutnya ada daerah berpotensi wisata yang bisa dicatat. Diakuinya, selama ini pihaknya lemah di bidang pencatatan misal pulau terluar dan pulau terdalam juga wisata religi di sekitar yang banyak sekali.

“Ini waktunya berpikir ke dalam untuk mencatat kembali dan menata. Ada hal-hal yang harus dirapikan. Ketika suasana sudah pulih kemnbali, dengan lonjakan yang banyak orang yang akan banyak berlibur, sudah siap semua  sarana dan prasarana dari tempat wisata tersebut,” tukasnya. (sultantv)

(Visited 6 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.