Dewa Budjana : Konsep Dharma Sangat Simpel

Menyampaikan maksud bisa dilakukan dengan bunyi-bunyian antara lain musik. Musik adalah bagian dari cara komunikasi karena musik bahasa yang universal.

Itulah prolog Trie Utami dan Ngatawi Al Zastrouw, sebelum memanggil Dewa Budjana sebagai bintang tamu di acara Nusantara Berkisah, Minggu (23/10/2020). Trie Utami menyebut, Dewa Budjana berkali-kali membuktikan sepanjang kariernya bahwa musik adalah bahasa yang universal. Dengan musik, dia melampaui banyak sekali halangan dengan sangaat amat mudah dan hasilnya menjadi sebuah keindahan.

Membahas tema Nusantara Berkisah 2 yang ‘Dharma dalam Budaya Nusantara’ Dewa Budjana mengatakan, konsep dharma sangat simpel. “Sejak lahir seseorang diberi hal-hal kebaikan. Dharma adalah tata cara. Agama itu dharma sebenernya, kata lain dari itu,” tutur musisi yang juga gitaris band Gigi itu.

Dewa Budjana mengatakan, tidak mungkin semua lepas dari dharma. “Pasti dalam bentuk apapun, perilaku musik juga. Misal, saya musisi bikin musik untuk a dharma (kebalikan dari dharma-red), aneh juga,” tutur Dewa Budjana.

Ia bilang, inti dari dharma adalah amal kebaikan untuk seisi alam. Bahkan pandemi ini, kata dia, bisa jadi adalah memiliki dharma karea pasti ada sisi baiknya. Antara lain, alam mengajak manusia untuk beristirahat dan berdiam di tempat.

“Situasi (pandemi-red) ini melewati semua Hari Raya, Idul Fitri, Nyepi, Waisak, Galungan. Semua sudah dilewati. Sebentar lagi Natal. Semoga setelah Natal, pandemi ini berakhir,” harapnya.

Zastrouw menanggaapi, konsep dharma bisa ditemukan di agama-agama. Di Hindu dinamakan dharma, di Islam bernama amal sholeh. Dan setiap orang diwajibkan beramal baik. Ini hanya soal istilah, sedangkan konsep dan spirit sama.

Dewa Budjana mengiyakan pendapat ini. Ini juga alasan ia bermusik selama ini. “Saya pengen berkesenian untuk semua umat. Hal seperti itu tujuannya kebaikan, semua mengajarkan kebaikan. hanya beda istilah,” tutur Dewa Budjana lagi.

Ditanya tentang hubungan karma dan dharma, Dewa Budjana menjawab ada keterkaitan. Menurut dia, dasarnya adalah dharma, sedangkan framenya karma. Atau dengan kata lain dharma adalah sistem hukumnya, sementara juklak juknis serta kausalitasnya adalah karma. (sultantv)

(Visited 6 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.