Polda Banten Tangkap Sindikat Pengedar Madu Palsu

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Fiandar menyampaikan, pada Rabu (4/10/2020) pukul12.00 WIB Ditreskrimsus Polda Banten mengamankan tiga tersangka pengedar madu palsu. Ini dijelaskan saat konferensi pers yang digelar Ditreskrimsus Polda Banten yang mengungkap kasus madu yang tidak memiliki standar keamanan pangan atau madu palsu, di Mapolda Banten, Selasa (10/11/2020).

Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolda Banten Irjen Pol Drs Fiandar didampingi Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifuddin, S.I.K., M.M. dan Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi, Dinkes Provinsi Banten, dan BPOM Provinsi Banten.

Tiga tersangka tersebut diamankan dari dua tempat berbeda. Tersangka pertama AS (24) ditangkap di depan Alfamart di Leuwidamar Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Sedangkan tersangka lain TM (35) dan MA (47) ditangkap di kantor CV Yatim Berkah Makmur di Joglo Kembangan Jakarta Barat.

Fiandar menjelaskan, dari lokasi penangkapan pertama petugas berhasil mengamankan 20 botol madu yang diduga palsu dengan kemasan botol kaca berukuran 500 ml, dan 1 jeriken madu yang diduga palsu dengan kemasan ukuran 30 liter. Aedangkan dari lokasi kedua berhasil mengamankan bahan baku pembuatan madu palsu yaitu dua drum glucose 300 liter, dua drum glucose 150 liter, satu drum Glucose 200 liter, 45 jeriken fructose 30 liter, molases atau tetes tebu 10 liter, brotowali (pemahit) 40 liter, 1 drum cairan madu siap jual 300 liter, dua drum cairan madu siap jual 100 liter, satu drum cairan madu siap jual 20 liter, 16 jeriken cairan madu siap jual 30 liter, satu buah dandang untuk masak, satu buah kompor gas, dua buah teko, satu buah mixer, satu buah ember, dua buah saringan, dua buah corong, dua buah tongkat kayu, 40 karung berisi botol beling kosong ukuran 500 ml, tiga karung tutup botol, Uang tunai hasil penjualan Rp66 juta, 35 amplop bon penjualan, 23 lembar bukti pembelian bahan baku warna putih, 20 lembar bukti pembelian bahan baku warna merah, satu buah handphone merek Vivo warna merah.

Fiandar menyampaikan, pengungkapan ini berdasarkan informasi dan keresahan masyarakat terhadap peredaran madu yang diduga palsu serta motif ketiga pelaku yaitu untuk mencari keuntungan dengan modus yaitu membuat pangan olahan jenis madu berbahan baku gula (glucose, fructose, dan molases/tetes tebu) tersebut diperjualbelikan seolah-olah madu asli kepada konsumen.

Sementara itu Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifuddin, S.I.K., M.M. menyampaikan, pelaku menjalankan kegiatan usaha pembuatan atau produksi pangan olahan jenis madu yang dilakukan oleh CV Yatim Berkah Makmur tersebut dalam sehari menghasilkan 1 ton pangan olahan berupa madu bisa lebih, tergantung pemesanan.

“Omzet yang dihasilkan yaitu jika harga 1 liter pangan olahan jenis madu dijual Rp22.000, 1 hari dapat menghasilkan 1 ton dan dalam sebulan dapat menghasilkan omset sebesar Rp673.200.000,” terang Nunung Syaifuddin.

Di tempat yang sama Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menjelaskan, pasal yang dikenakan untuk MS (47) pemilik CV Yatim Berkah Makmur dijerat Pasal 140 Jo Pasal 86 ayat (2), Pasal 142 jo pasal 91 ayat (1) UURI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman penjara dua tahun atau denda paling banyak Rp4 miliar dan Pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf f dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar.

“Sedangkan pasal untuk rersangka TM (35) dan AS (24) dijerat Pasal 198 jo pasal 108 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp. seratus juta rupiah),” imbuh Edy Sumardi.

Edy Sumardi menyampaikan, madu yang tidak memiliki standar keamanan pangan sesuai penjelasan dari Dinkes dapat berdampak atau mengakibatkan obesitas serta menimbulkan penyakit diabetes dan kanker. (sultantv)

(Visited 9 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.