More

    5 Fakta Turbulensi Maut Singapore Airlines, Puluan Luka-luka 1 Meninggal

    Turbulensi hebat membuat pesawat Singapore Airlines SQ321 mengalami pendaratan darurat di Bangkok, Thailand, Selasa sore waktu setempat. Bahkan satu orang dilaporkan tewas akibat kejadian tersebut.

    Lalu bagaimana fakta-fakta kejadian tersebut? Berikut seperti dilansir CNBC Indonesia, Rabu (22/5/2024).

    Turbulensi Hebat di Atas Myanmar

    Mengutip AFP, pesawat Singapore Airlines SQ321 itu sebenarnya memiliki rute penerbangan Bandara Heathrow London, Inggris, ke Changi Airport, Singapura. Namun turbulensi ekstrem tiba-tiba terjadi selama lebih dari satu menit di ketinggian 11.300 meter (37.000) kaki, sekitar 11 jam setelah pesawat berangkat dari London.

    Turbulensi menyerang persis saat pesawat berada di atas Myanmar, Cekungan Irrawaddy. Di mana, dalam laporan yang sama, disebut turbulensi naik dan turun dengan hebat terjadi beberapa kali.

    Mengutip FlightRadar.24 ini pesawat disebut turun 6.000 kaki, dari 37.0000 kaki ke 31.000 kaki dalam waktu lima menit. Meski begitu, masih mengutip AFP, penurunan tajam terkendali dan pesawat kemudian dialihkan ke Bangkok.

    “Pada pukul 15.35 bandara menerima panggilan darurat dari penerbangan Singapore Airlines yang mengatakan ada penumpang di dalamnya yang terluka akibat turbulensi, dan meminta pendaratan darurat,” kata Bandara Suvarnabhumi dalam sebuah pernyataan.

    Mendarat Darurat Pukul 15:45

    Secara rinci, laporan lain menyebut pesawat mendarat pukul 15:45 waktu Bangkok. General Manager Bandara Suvarnabhumi Bangkok Thailand Kittipong Kittikachorn mengatakan ke CNN International, pihaknya diberi tahu pendaratan darurat sekitar 10 menit sebelum pendaratan.

    Satu Tewas

    Dilaporkan satu tewas dalam insiden Singapore Airlines SQ321 itu. Korban tewas merupakan seorang pria berkewarganegaraan Inggris, berusia 73 tahun.

    Mengutip CNN International, ia bernama Geoff Kitchen. Hingga berita diturunkan proses otopsi terhadap korban masih berlangsung.

    “Penyelidikan awal menunjukkan bahwa almarhum menderita penyakit jantung,” kata General Manager Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok Kittipong Kittikachorn.

    Kematian Kitchen dikonfirmasi oleh Thornbury Musical Theatre Group (TMTG), sebuah lembaga tempat dia bekerja selama lebih dari 35 tahun. Dalam sebuah postingan Facebook digambarkan bahwa Kitchen adalah “seorang pria dengan kejujuran dan integritas tertinggi” dan yang “selalu melakukan apa yang seharusnya dilakukan tepat untuk grup”.

    Di sisi lain, konfirmasi kematian warganya juga dikonfirmasi Kementerian Luar Negeri Inggris. Pemerintah mengatakan kepada CNN bahwa mereka memberikan bantuan kepada keluarga seorang penumpang Inggris yang meninggal dalam penerbangan Singapore Airlines.

    Sebanyak 71 Orang Terluka

    Sementara itu, mengutip AFP, 71 orang terluka karena turbulensi tersebut. Ada sekitar enam di antaranya yang mengalami luka parah.

    Namun mengutip CNN International, sebanyak 30 penumpang dirawat di rumah sakit. Sementara yang lain menerima perawatan rawat jalan di bandara.

    “Beberapa penumpang yang terluka dikirim ke Rumah Sakit Samitivej Srinakarin terdekat,” kata Kittikachorn.

    “Hampir 200 pelancong sedang menunggu untuk mengambil penerbangan selanjutnya ke tujuan mereka,” katanya lagi menyebut sebuah pesawat Singapore Airlines lain yang membawa 131 penumpang dari 211 orang, yang berangkat dari Bangkok ke Singapura.

    Bawa 211 Penumpang dan 18 Awak

    Penerbangan itu sendiri membawa 211 penumpang dan 18 awak. Dalam manifest pesawat setidaknya ada 56 orang warga Australia, 47 warga Inggris dan 41 warga Singapura dalam penerbangan.[]

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    43,600PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru