Penyakit demensia atau alzheimer merupakan penyakit yang menyerang otak sehingga menyebabkan penderitanya mengalami penurunan daya ingat, bicara, dan kemampuan berpikir. Kebanyakan penderita demensia berusia di atas 65 tahun. Penyakit ini sering menghantui lansia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir terdapat 10 juta kasus baru demensia setiap tahunnya.
Ada cara untuk mencegah demensia atau alzheimer, yaitu dengan menjaga pola makan agar kesehatan otak tetap prima meskipun sudah memasuki usia lansia. Pola makan yang baik dapat meminimalkan risiko terkena demensia atau alzheimer.
Menjaga pola makan ini bisa dengan menerapkan diet MIND, yaitu Mediteranian-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay. Diet ini menggabungkan diet mediterania dan diet DASH. diet ini digabungkan menjadi MIND karena menurut para ahli penggabungan keduanya dapat memberi perlindungan otak dari demensia atau alzheimer.
Menu diet MIND yang dirancang khusus untuk mencegah penyakit demensia atau alzheimer, yaitu sebagai berikut:
- Gandum utuh
Baik jika dikonsumsi setiap hari untuk cegah alzheimer. - Beri
Buah-buahan beri bisa melindungi otak dari kerusakan akibat radikal bebas karena banyak mengandung antioksidan yaitu anthocyanin. - Biji-bijian
Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi tiga porsi biji-bijian dalam satu minggu. - Sayuran berdaun hijau
Minimal mengonsumsi 6 porsi sayuran hijau dalam satu minggu. - Kacang-kacangan
Dijadikan sebagai camilan sehat untuk otak. 5 porsi dalam seminggu. - Ikan
Minimal mengonsumsi satu porsi ikan dalam seminggu. - Minyak zaitun
Digunakan sebagai sumber lemak utama pengganti mentega, minyak, atau lemak lain. - Unggas
Disarankan mengonsumsi dua porsi unggas dalam seminggu.
Tujuan utama diet MIND adakah untuk mendukung fungsi otak dan kesehatan kognitif. Beberapa penelitian menunjukkan diet MIND dapat membantu mengurangi risiko penurunan kognitif dan demensia, memperlambat penurunan kognitif pada penderita stroke, dan mengurangi tanda-tanda alzheimer pada otak.
[Radika]



