Menurut vegetarian Society, vegetarian adalah seseorang yang tidak makan daging, unggas, hewan buruan, ikan, kerang, atau produk sampingan dari penyembelihan hewan. Pola makan vegetarian mengandung berbagai tingkatan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, kacang-kacangan dan biji-bijian.
Sedangkan Pola makan vegan dapat dipandang sebagai bentuk vegetarianisme yang paling ketat.
Veganisme saat ini didefinisikan oleh Masyarakat Vegan sebagai cara hidup yang berusaha untuk mengesampingkan semua bentuk eksploitasi dan kekejaman terhadap hewan sebanyak mungkin.
Menurut laporan dari Academy of Nutrition and Dietetics dan beberapa tinjauan ilmiah, baik pola makan vegetarian maupun vegan dapat dianggap sesuai untuk semua tahap kehidupan, selama pola makan tersebut direncanakan dengan baik. Asupan nutrisi yang tidak mencukupi seperti asam lemak omega-3, kalsium, serta vitamin D dan B12 dapat berdampak negatif pada berbagai aspek kesehatan, termasuk kesehatan mental dan fisik.
Vegetarian dan vegan mungkin menghindari konsumsi produk hewani karena alasan yang sama, tetapi melakukannya pada berbagai tingkatan, ada beberapa jenis vegetarian, dan vegan berada di ujung paling ketat dari spektrum vegetarian. Kedua jenis pola makan tersebut dapat dianggap aman untuk semua tahap kehidupan, tetapi pola makan vegan bahkan mungkin menawarkan manfaat kesehatan tambahan. Namun, penting bagi vegetarian dan vegan untuk merencanakan pola makan mereka dengan baik untuk menghindari masalah kesehatan dalam jangka panjang.





