Memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau biasa disebut dengan Maulid Nabi telah menjadi tradisi bagi sebagian umat muslim di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Di Indonesia sendiri, umat Islam merayakan Maulid Nabi dengan berbagai cara. Ragam perayaan itu pada umumnya didasarkan pada kebiasaan dan adat istiadat daerah setempat. Ada beberapa tradisi unik perayaan Maulid Nabi yang masih dilestarikan di beberapa daerah di Indonesia, diantaranya :
Pertama, Kirab Ampyang. Tradisi ini digelar dengan menyajikan makanan yang dihiasi dengan ampyang atau nasi dan krupuk yang diarak keliling desa sebelum menuju ke Masjid Wali di desa setempat. Dalam tradisi ini, masing-masing peserta juga menampilkan sejumlah kesenian.
Setelah sampai di Masjid Wali, tandu yang berisi nasi bungkus serta hasil bumi yang sebelumnya diarak keliling desa didoakan oleh ulama setempat, kemudian dibagikan kepada warga setempat untuk mendapatkan berkah.
Kedua, Tradisi Ngerobok. Tradisi ngerobok merupakan salah satu bentuk perayaan Maulid Nabi di Banten, Jawa Barat. Ngerobok merupakan tradisi arak-arakan hadiah yang dikemas dan di bentuk sedemikian rupa. Hadiah tersebut dibentuk beragam, mulai dari minitur bangunan maupun kendaraan. Isi dari hadiah yang diarak itu beragam, mulai dari makanan, minuman, mainan, pakaian, aneka kebutuhan yang lain serta uang. Namun yang pasti, hampir di setiap daerah di Indoensia selalu menggelar pengajian.
Ketiga, Bungo Lado. Bungo lado merupakan pohon hias berdaunkan uang yang biasa juga disebut dengan pohon uang. Uang kertas dari berbagai macam nominal itu ditempel pada ranting-ranting pohon yang dipercantik dengan kertas hias. Tradisi bungo lado menjadi kesempatan bagi warga yang juga perantau untuk menyumbang pembangunan rumah ibadah di daerah itu. Karenanya, masyarakat dari beberapa desa akan membawa bungo lado. Pohon uang dari beberapa jorong (dusun) itu kemudian akan dikumpulkandan disumbangkan untuk pembangunan rumah ibadah. Sumbangan bungo lado ini merupakan simbol dari rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.
Itulah sederet tradisi unik perayaan Maulid Nabi yang masih dilestarikan sampai sekarang. Bagaimana di daerahmu? (sel)



