Permasalahan sampah yang menumpuk dan berserakan di Kota Serang, selalu menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang. Berbagai langkah dilakukan, antara lain bekerjasama dengan PT Hapus Sampah Nusantara dalam pengelolaan sampah, memanfaatkan magot, dan TPS 3R.
Roni Yurani, Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang menjelaskan, TPSA (tempat pembuaangan sampah akhir) Cilowong , sebenarnya sudah tidak bisa menampung. Kalau diibaratkaan cangkir volumenya, kalau ditambah terus, otomatis luber.
“Ini namanya sampah timbunan. Kami sedang berupaya supaya tidak menambah lahan lagi. Kalau nambah lahan lagi, ini jadi masalah. Di perumahan-perumahan itu nggak mau dikasih TPS karena permasalahannya menimbulkan bau. Insyallaah di 2021 kami sedang melakukan penjajakan kerjasama dengan PT Hapus Sampah Nusantara (HSN) untuk menangani. Selanjutnya akan diolah menjadi penghasil kompos yang akan bermanfaat untuk pertanian,” jelas Roni saat menjadi pembicara Bincang Hari Ini Sultan TV, Jumat (5/9).
Selain menjadi kompos, sampah juga bisa menjadi karbon aktif dan pupuk cair. Roni juga menjelaskan, kerjasama ini rencananya berlangsung kurang lebih 10 tahun.
“Mudah-mudahan lima tahun selesai. Nanti kalau TPS sampah sudah kosong, bisa diisi lagi,” tukasnya.
Itu trik penanganan sampah di hilir. Sementaara di hulu, lanjut Roni, pihaknya bekerjasama dengan seluruh masyarakat untuk mengolah sampah supaya bermanfaaat.
“Kita memang punya TPS 3 R (reuse, reduce, recycle-red) di 6 kecamatan. Ada sekitar 18 TPS yang aktif baru 3. Kami kerjasaama dengan pegiat lingkungan, dengan kelompok masyarakat, mengolah sampah dengan cara ternak magot. Nanti ini bermanfaat untuk kita semua, sebagai pakan ternak baik bebek ayam juga ikan. Dan selanjutnya barang-barang bekas seperti koran bekas, botol-botol, diolah jaadi kerajinan,” kata dia.
Saat ini kata Roni, sampah dianggap menjadi momok, terutama bagi yang belum tahu penanganannya. Padahal sampah itu bisa jadi anugerah, menimbulkan nilai ekonomis dan bisa diolah.[sultantv]




