CILEGON – Anggota DPRD Cilegon yang berasal dari Fraksi Golkar terancam pergantian antar waktu (PAW) jika tak menjalankan tugasnya baik sebagai pengurus partai, kader, dan tentunya sebagai anggota dewan.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Cilegon Tb Iman Ariyadi menyatakan, jika ada anggota dewan dari Golkar yang tidak mengkritisi kebijakan Pemkot lantaran tak berpihak kepada rakyat, maka akan terancam pergantian antar waktu (PAW).
“Iya harus diganti lah. Tugas anggota dewan itu kan alat kontrol. Jika tidak kritis terhadap Pemkot, lebih baik PAW,” terang Iman kepada media usai memberikan motivasi dan arahan kepada pengurus dan kader Partai Golkar Cilegon pada kegiatan rapat kerja daerah (rakerda) di salah satu hotel di kota baja, Senin (21/3).
Iman menjelaskan, sampai saat ini, masih banyak janji politik walikota dan wakil walikota terpilih yang belum terealisasi.
“Contoh penyerapan limaribu tenaga kerja..Tinggal cek aja data Disnaker. Sudah terealisasi apa belum. Selain itu, soal KCS (Kartu Cilegon Sejahtera). Sampai sekarang kan masih belum jelas. Makanya anggota dewan dari Golkar harus mengkritisi itu. Kan suara Golkar suara rakyat,” ujar mantan Wali Kota ini.
Meski demikian kata Iman, terkait tindak lanjutnya, itu diserahkan kepada pengurus struktural partai.
“Saya kan dewan pertimbangan. Jadi enggak punya kewenangan. Kewenangannya cuma menyarankan dan merekomendasi agar PAW bagi anggota dewan dari Golkar yang tak kritis,” imbuh Iman.
Sementara Sekretaris DPD II Golkar Cilegon Isro Mi’raj ketika dimintai tanggapannya terkait rekomendasi Iman, Isro tak menjawab.
Begitu pun anggota dewan lainnya yang berasal dari Golkar seperti Subhi juga enggan menjawab. (mam)





