Anda tentu sudah tidak asing dengan petai. Makanan khas yang kerap dikonsumsi sebagian masyarakat Indonesia ini begitu terkenal dengan rasa dan aromanya yang khas. Tak hanya itu, petai ternyata juga memiliki manfaat bagi kesehatan.
Siapa sangka, lalapan dan pelengkap masakan yang punya aroma menyengat ini, memiliki segudang khasiat untuk ginjal. Apa saja manfaat petai untuk ginjal?Petai juga memiliki beragam manfaat untuk kesehatan lainnya, antara lain:
Memberikan efek menenangkan

Sebuah penelitian menyebutkan, individu yang tengah mengurangi stres , merasa lebih baik setelah mengonsumsi petai.
Petai yang mengandung triptofan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin, dapat membuat Anda merasa rileks. Petai juga dipercaya mampu meningkatkan suasana hati dan membuat perasaan lebih nyaman.
Selain itu, kadar vitamin B yang begitu tinggi dalam petai dapat membuat sistem saraf pusat menjadi rileks.
Tak heran, wanita yang mengalami premenstrual syndrome (PMS) disarankan untuk mengonsumsi petai. Sebab, kandungan vitamin B6 di dalamnya, dapat mengontrol gula darah serta memengaruhi suasana hati menjadi lebih baik.
Mengatasi anemia

Kandungan zat besi dalam petai dapat meningkatkan jumlah hemoglobin dalam darah yang sangat dibutuhkan penderita anemia.
Mengurangi resiko stroke dan jantung

Petai yang kaya akan kalium juga dapat menurunkan tekanan darah serta mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.
Mengatasi mual

Petai memiliki efek antasida alami di dalam tubuh, yang berguna untuk memberikan efek lega dan mengatasi mual. Kondisi mual juga bisa reda karena kemampuan petai dalam meningkatkan kadar glukosa darah.
Menyehatkan mata

Kandungan vitamin A yang cukup tinggi dalam petai, yaitu sekitar 200 IU per 100 mg, membuat jenis kacang-kacangan ini sangat baik untuk menyehatkan kornea mata.
Meski petai memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, bukan berarti mengonsumsi petai dapat menggantikan fungsi obat-obatan.





