Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyaksikan prosesi penobatan atau Jumenengan Pangeran Handi Raja Keprabon Cirebon, secara virtual, pada Senin (23/8).
Pangeran Handi Raja Keprabon dinobatkan sebagai Sultan Keraton Kaprabonan Cirebon ke-XI. Pangeran Handi melanjutkan kesultanan Pangeran Hempi Raja Keprabon yang telah mangkat 12 Juni 2021.
“Atas nama masyarakat Jawa Barat merasa bangga dan juga bahagia, atas penobatan Pangeran Handi Raja Keprabon sebagai Sultan Keraton Kaprabonan Cirebon ke-XI ,” ujar Uu Ruzhanul Ulum dalam sambutannya.
Uu menyampaikan bahwa Pemda Provinsi Jabar siap berkolaborasi dengan Keraton Kaprabonan Cirebon demi mewujudkan visi Jabar Juara Lahir Bathin.
Apalagi visi tersebut patut terwujud melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk keraton Keprabonan Cirebon sebagai simbol budaya, agama, dan kepemimpinan di wilayah Ciayumajakuning.
“Kami tetap, ingin bekerja sama, berkolaborasi dengan seluruh pemangku kebijakan termasuk dengan Keraton Keprabonan,” kata Pak Uu.
Sementara prosesi Jumenengan itu ditandai penyerahan keris pusaka dari sesepuh Keraton Kaprabonan kepada Pengeran Handi. Dengan simbolis tersebut Pangeran Handi secara resmi menyandang gelar Sultan Keraton Kaprabonan Cirebon ke-XI.
Di acara itu juga, Pangeran Handi sempat menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas simpati, dukungan, dan doa terhadap keluarga keraton keprabonan Cirebon. Terutama, terkait dengan upaya pelestarian nilai-nilai budaya, sejarah perjuangan merebut kemerdekaan RI, hingga sejarah penyebaran ajaran agama Islam di Jawa Barat.
Senada dengan Uu, Pangeran Handi Raja Keprabon berharap penobatannya sebagai Sultan Keraton Kaprabonan Cirebon ke-XI, juga memerlukan dukungan dan upaya kolaboratif dari berbagai pihak mulai dari masyarakat, dan unsur pemerintahan di berbagai tingkatan.
“Kami mengharapkan peran masyarakat, juga terima kasih atas dukungan Pemerintah Cirebon, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya, terkait pelestarian nilai-nilai sejarah, nilai budaya dan religi di Cirebon,” ungkap Pangeran Handi Raja Keprabon.
Pangeran Handi berpesan seiring kemajuan zaman, nilai budaya dan agama mesti dipertahankan. Sehingga pihaknya dituntut untuk hidup di dua kondisi alam, yakni tradisional dan modern sekaligus.
“Di satu sisi kami harus melestarikan nilai-nilai tradisi dan budaya agar tidak punah, di sisi lain kami juga harus mengikuti perkembangan zaman modern yang bersifat dinamis,” ungkapnya.
Maka hal tersebut menurutnya bukanlah hal yang sederhana, perlu kebijaksanaan dalam menyelaraskan agar tercipta keharmonisan dalam kehidupan.
“Sampai saat ini keraton keprabonan Cirebon berkomitmen untuk selalu berkontribusi kepada negara, NKRI, dalam mewujudkan cita-cita tersebut,” pungkas Sultan.




