More
    BerandaBERITASinopsis Film PEMBANTAIAN DUKUN SANTET

    Sinopsis Film PEMBANTAIAN DUKUN SANTET

    Pembantaian Dukun Santet  tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta film horor. Mengangkat kisah tragis yang terjadi di tanah Banyuwangi pada era 1998, film ini menjanjikan pengalaman menegangkan sekaligus mengusik emosi penonton. Tidak hanya menghadirkan kengerian supranatural, namun juga konflik sosial yang sarat makna.

    Diarahkan oleh sutradara Azhar Kinoi Lubis, film ini diadaptasi dari kisah nyata yang sempat viral di media sosial. Ceritanya bukan hanya tentang horor dukun santet, tapi lebih dalam lagi soal ketakutan, prasangka, dan tragedi kemanusiaan. Tak heran, film ini langsung menarik perhatian banyak pihak sejak pertama kali diumumkan.

    Film PEMBANTAIAN DUKUN SANTET mengisahkan teror berdarah di sebuah pesantren di Banyuwangi pada tahun 1998, saat Indonesia dilanda krisis sosial. Berawal dari pembunuhan seorang dukun santet, kemarahan massa pun memuncak hingga membabi buta membantai siapa saja yang dicurigai. Satrio, seorang santri, menjadi saksi hidup tragedi mengerikan tersebut.

    Di tengah situasi yang semakin kacau, para ustaz di pesantren pun terpecah sikap. Satrio harus berjuang melindungi keluarganya sambil mengungkap misteri di balik gelombang kekerasan itu. Bersama teman-temannya, ia berusaha mencari kebenaran dan menguak dalang di balik pembantaian kejam tersebut.

    Film PEMBANTAIAN DUKUN SANTET terinspirasi dari peristiwa tragis “Geger Santet Banyuwangi” tahun 1998-1999. Saat itu, ratusan orang tewas dibunuh karena dituduh sebagai pelaku santet tanpa bukti. Korbannya tak hanya dukun, tapi juga ulama, guru pesantren, hingga masyarakat biasa yang difitnah.

    Kisah kelam ini kembali viral setelah akun @jeropoint di platform X (dulu Twitter) membuat thread “Lemah Santet Banyuwangi” pada 2023. Thread tersebut mengungkap sisi kelam sejarah lokal yang selama ini luput dari sorotan publik luas. Film PEMBANTAIAN DUKUN SANTET melibatkan deretan nama besar di industri perfilman Indonesia. Kevin Ardilova dipercaya memerankan Satrio, didampingi Aurora Ribero dan Kaneishia Yusuf. Aktor senior seperti Teuku Rifnu Wikana dan Ariyo Wahab turut memperkuat jajaran pemain.

    Disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis dan diproduseri Manoj Punjabi, film ini juga melibatkan penulis skenario Aura Gemintang, Baskoro Adi Wuryanto, serta Jeropoint selaku kreator thread viral. Kombinasi pemain dan kru ternama ini menjanjikan kualitas tontonan yang tak main-main.[]

    Sumber: kapanlagi.com

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    - Advertisment -

    Most Popular