BerandaBERITASejarawan Boni Dipolisikan Belanda Gara Gara Artikel, TB Hasanuddin: Ini masalah marwah...

Sejarawan Boni Dipolisikan Belanda Gara Gara Artikel, TB Hasanuddin: Ini masalah marwah . Kita Harus Bela Demi NKRI

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin, angkat bicara terkait pelaporan Sejarawan Bonnie Triyana oleh Federasi Hindia Belanda (FIN) ke kepolisian Belanda terkait istilah ‘Bersiap’ dalam sejarah kelam periode 1945-1947 di galeri pameran yang digelar oleh Rijksmuseum.

Hasanuddin meminta pihak kementerian luar negeri untuk menelusuri dan memastikan kebenaran kasus tersebut. Kementerian Luar Negeri, kata Hasanuddin harus turun tangan, terlebih narasi yang dipakai oleh Bonnie adalah terkait diksi yang sensitif dan berkaitan dengan marwah kemanusiaan dan bangsa Indonesia.

“Jika memang berkaitan dengan kehormatan bangsa dan NKRI. Kita harus tegak membela,” ungkap Hasanuddin, Anggota Komisi I yang membidangi Kementerian Luar Negeri, dikutip Rabu (9/2/2022).

Terkait dengan diksi “Bersiap” Hasanuddin mengatakan sepakat dengan Bonnie Triyana agar Kata ‘Bersiap’ Dihapuskan.

Kata ‘Bersiap’ dalam pandangan Belanda merupakan istilah yang menggambarkan peristiwa saat orang Indo-Belanda diancam dan dibunuh oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia.

Istilah ini menjadi simbol kekerasan yang hingga kini diyakini oleh masyarakat Belanda.

Pendapat Bonnie dibenarka oleh Remco Raben. Raben menerangkan bahwa kekerasan yang saat itu terjadi, bukan hanya dialami oleh Indo-Belanda saja. Justru menurutnya, kekerasan itu bermula karena kedatangan para tentara Belanda yang secara agresif ingin menaklukan kembali wilayah yang mereka sebut sebagain Hindia Belanda kala itu.

Sebelumnya, Bonnie Triyana dikecam oleh sejumlah warga Belanda akibat pernyataannya soal istilah ‘Bersiap’ dalam sejarah kelam periode 1945-1947 di galeri pameran yang digelar oleh Rijksmuseum.

Bonnie berpendapat istilah tersebut harus dihilangkan. Sebab, baginya narasi ‘Periode Bersiap’ selalu menampilkan wajah orang Indonesia yang primitif, biadab, serta tersulut kebencian ras.

Atas pernyataannya tersebut, sejumlah pihak, terutama Federasi Indo-Belanda (FIN) melaporkan Bonnie ke kepolisian Belanda. FIN menilai apa yang dilakukan Bonnie dan aksinya dalam pameran Rijksmuseum adalah sebuah pemalsuan sejarah. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular