Sawah, Petani dan Kehidupan

Oleh: Aji Bahroji

 

Menengok Sawah Mama Tua, Di Kp Masigit Ds.Ciomas, Kec. Padarincang, Kab. Serang. Suasananya Alhamdulillah masih Asri. Saat SMP sampai SMA aku diajari menanam padi, hingga mengelola menjadi beras. Kakekku yang saat ini telah berusia 80a tahun itu mengajari aku cara nyebar bibit, nandur, _ngoyos_ sampe dengan ngarit. Juga diajari cara membagi atau ngewideni dengan para derep (petandur). Wah, rasanya saat itu aku tertekan. Punya aktiviis sekolah yang padat tapi dipaksa ke sawah. Heheh

Gambar mungkin berisi: 2 orang, termasuk Aji Setiakarya, orang tersenyum, rumput, langit, gunung, luar ruangan dan alam

Tuntas Ngewideni biasanya mengangkut ke tempat penggiilingin atau Rice Huller milik kakek. Orang orang dikampung nyebutnya mesin heler😀. Untuk bisa diolah perlu dijemur dalam beberapa hari kemudian digiling.

Setahuku ada dua mesin yang dipake. Mesin pertama untuk tahap memisahkan gabah kasar. Padi yang sudah kering dimasukan ke dalam mesin yg sudah didesign dengan cerobong. Output mesin ini bakal biji beras dan kulitnya (dedek badak).

Setelah bakal biji beras selanjutnya diperhalus dengan mesin ke dua. Bentuk mesinnya lebih ramping. Mesin ini mengeluarkan 2 Jenis. Pertama Beras yang kemudian bisa kita masak menjadi nasi. Lainnya adalah Dedek Alus. Dedek Alus ini bisa dipake untuk makan ayam dan harganya lumayan.

Sebagai seorang yang lahir dari rahim petani saya memotret, petani adalah profesi yang penuh bahagia, Mereka juga tangguh dan pantang menyerah. Namun demikian, pengelola negeri kita suka lupa bahwa petani itu juga butuh perhatian, sentuhan semangat, selain juga penambahan wawasan.

Ada banyak cerita dengan para tukang derep, tukang arit, buruh ngoyos dan lain lain. Kelak aku ingin nenuliskannya ke dalam sebuah cerita panjang.

Terakhir 2005 aku kesini. Selepas Mama Ende, yang sudah sepuh, kmarin aku bawa anaku Ainun menengok sawah. Ia nampak kegirangan hingga ia berlari nyaris jatuh.

Sawah Bagi Petani Adalah Kehidupan..

(Visited 38 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.