Retinopati diabetik merupakan gangguan pada mata yang terjadi pada penderita diabetes. Kondisi di mana adanya kerusakan pembuluh darah retina yang dapat berujung kebutaan. Menurut dr. Noviana Kurniasari, Sp.M, diabetes dapat merusak pembuluh darah kecil di seluruh tubuh, termasuk pada retina.
Dokter Vivin juga menjelaskan retinopati diabetik ini banyak menyerang anak muda usia 20 sampai 30an. Salah satu penyebabnya adalah pola hidup yang buruk sebagian anak muda yang tidak memerhatikan kandungan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh, konsumsi makanan instan, dan minim bergerak.
Berdasarkan data WHO, retinopati diabetik menjadi penyebab gangguan penglihatan kelima dan penyebab kebutaan keempat di dunia. Di Indonesia sendiri angka retinopati diabetik pada pengidap diabetes mencapai 42,6 persen.
Retinopati diabetik adalah komplikasi diabetes yang mengganggu cara kerja retina, lapisan di belakang mata yang sensitif cahaya. Agar berfungsi baik, retina membutuhkan pasokan darah dari pembuluh darah di sekitarnya. Kadar gula yang tinggi menyebabkan penyumbatan darah sehingga pasokan darah ke retina berkurang.
Berikut faktor risiko retinopati diabetik:
- Memiliki kadar kolesterol tinggi
- Tekanan darah tinggi
- Sedang hamil
- Kebiasaan merokok
- Kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik
- Kadar gula darah tinggi dalam waktu yang lama
Meskipun tidak menunjukkan gejala, tetapi seiring waktu dapat memunculkan beberapa gejala, seperti:
- Secara bertahap penglihatan akan menurun
- Bercak hitam pada penglihatan
- Melihat noda yang melayang pada penglihatan
- Penglihatan menjadi berbayang
- Mata merah dan menimbulkan nyeri
Jika terjadi retinopati diabetik, pengobatannya adalah pergi ke dokter untuk mendapatkan suntik obat ke dalam mata, vitrektomi (mengeluarkan darah dari mata), dan fotokoagulasi (terapi sinar laser). Bila tidak segera ditangani dokter, hal ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang serius bahkan kebutaan.
[Radika]





