Kepergian Putri Mako dari keluarga kerajaan Jepang setelah menikah dengan kekasihnya Kei Komuro, yang merupakan orang biasa, meninggalkan jalan buntu. Hal itu terkait diskusi mengenai pewaris kekaisaran dan berkurangnya jumlah ahli waris yang memenuhi syarat.
Setelah ditinggal Putri Mako, kini keluarga kekaisaran hanya menyisakan 17 anggota keluarga. Termasuk mantan Kaisar Akihito dan mantan Permaisuri Michiko. Keduanya berusia 87 tahun dan sudah tidak menjalani tugas resmi lagi.
Lalu, dua belas anggota keluarga lainnya merupakan perempuan, yang lima di antaranya belum menikah.
Keluarga kekaisaran telah menyusut di bawah The Imperial Household Law of 1947 (Kōshitsu Tenpan), undang-undang dalam hukum Jepang yang mengatur garis penerus kekaisaran, keanggotaan keluarga kekaisaran.
Undang-undang ini membatasi hanya ahli waris laki-laki dari pihak ayah yang dapat menjadi kaisar. Anak tunggal Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako adalah seorang putri, Putri Aiko, berusia 19 tahun.
Saat ini, hanya tiga ahli waris yang dapat menggantikan Kaisar Naruhito yang kini berusia 61 tahun. Salah satunya adalah Putra Mahkota Fumihito, adiknya yang kini berusia 55 tahun.
Selain itu, ada Pangeran Hisahito, keponakan kaisar yang berusia 15 tahun, yang merupakan putra dari Putra Mahkota Fumihito. Dan paman kaisar, Pangeran Hitachi, yang sudah berusia 85 tahun.
Putri Mako, yang kini menjadi Mako Komuro, merupakan putri tertua dari Putra Mahkota Fumihito.
Undang-undang ini juga mengharuskan bangsawan wanita untuk melepaskan status kekaisaran mereka ketika mereka menikahi orang biasa. Hal itu juga yang menyebabkan anggota keluarga kekaisaran menjadi semakin kecil.
Yuji Otabe, sejarawan kekaisaran dan profesor kehormatan di Shizuoka University of Welfare mengatakan, untuk sementara waktu, keluarga kekaisaran masih bisa bernafas lega. Sebab, mereka masih memiliki dua ahli waris Takhta Krisan.
“Sikap pemerintah yang ikut campur pada perdebatan (tentang penerus kekaisaran) selama bertahun-tahun kemungkinan akan menghantui kita,” katanya.
Diketahui, Mako dan Komuro telah melangsungkan pernikahan, pada, Selasa (26/10/2021). Rencananya, Mako akan pindah ke Amerika Serikat, di mana Komuro bekerja di sebuah firma hukum.





