GIANYAR – Bali kembali digemparkan akibat pencurian benda sakral (pratima) yang berlapis emas dan mirah permata. Pratima tersebut dicuri dari Pura Dalem, Desa Adat Siyut, Gianyar, Bali.
Kelian Adat Banjar Siyut Made Sedana membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskan Sedana, aksi pencurian pratima di area Pura Dalem diketahui pada Kamis (19/5) pukul 16.00 WITA.
“Bemda itu merupakan perhiasan dan mirah permata yang merupakan bagian dari barong dan rangda yang disucikan oleh warga setempat,” katanya, Sabtu (21/5/2022).
Aksi pencurian pratima diketahui pertama kali oleh saksi Gusti Niang Mangku saat hendak mebanten. “Kebetulan pas rahinan kajeng kliwon, ada mebanten di pura. Pas sembahyang dilihat gedong simpen di selatan rusak,” kata Sedana.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, warga menemukan benda sakral lapisan emas seberat 15 gram, serta beberapa buah mirah permata yang merupakan bagian dari barong dan rangda yang disakralkan hilang dicuri,” tambahnya.
Meski secara materiil nilai kerugian tidak terlalu besar, namun akibat kejadian ini krama setempat menjadi resah. Pura juga menjadi cemer (kotor/ternoda).
“Kami sudah langsung lapor,” imbuhnya.
Terpisah, Kapolsek Gianyar Kompol Gede Putra Astawa saat dikonfirmasi membenarkan pencurian pratima tersebut. Usai menerima laporan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan.
“Pengaduan sudah kami terima, dan juga sudah olah TKP. Untuk terduga pelaku, kami masih lidik,” pungkas Astawa.
Kejadian pencurian di Pura Dalem Desa Adat Siyut ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Totalnya sudah empat kali peristiwa pencurian benda sakral di pura ini. Hal ini sangat meresahkan warga adat. []





