BerandaBERITAPuncak Subvarian Covid-19 Diprediksi Juli 2022

Puncak Subvarian Covid-19 Diprediksi Juli 2022

JAKARTA – Puncak penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diprediksi terjadi pada bulan Juli 2022, menimbulkan kekhawatiran terkait penambahan kasus COVID-19 Tanah Air.

Apalagi kedua subvarian ini menjadi salah satu penyebab terjadinya lonjakan kasus di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, kenaikan kasus COVID-19 diharapkan tidak melonjak drastis. Meski terjadi penambahan kasus baru, kenaikan terbilang terkendali dan tidak terjadi lonjakan hospitalisasi pasien yang dirawat.

“Kita tentunya berharap tidak terjadi kenaikan kasus COVID-19 yang signifikan walaupun ditemukannya varian baru. Karena pada prinsipnya, kasus yang terjaring akan melalui prosedur isolasi sampai dinyatakan sembuh,” ungkap Wiku menjawab pertanyaan Health Liputan6.com di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, dikutip Jumat (24/6/2022).

Demi mengantisipasi penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, Pemerintah berupaya gencar melakukan deteksi varian dengan Whole Genome Sequencing (WGS). Pemeriksaan (testing) juga dilakukan, khususnya di pintu masuk negara.

“Dan sebagai antisipasi, Pemerintah akan terus meningkatkan upaya WGS, melakukan studi epidemiologi sebaran varian, dan memastikan efektivitas alat testing, khususnya di pintu-pintu masuk. Hal ini diharapkan dapat mendeteksi dan menangani kasus dengan varian baru dengan lebih baik,” jelas Wiku. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular