Sejak Pembelajaran Tatap Muka (PTM) digelar, sebanyak 25 murid, seorang guru, dan seorang staf Tata Usaha (TU) di SMP Negeri ataupun swasta di Kota Tangerang terpapar kasus COVID-19.
Untuk itu sekolah akan ditutup sementara dan kembali melakukan pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing.
“Daftarnya ada beberapa sekolah. Jadi, kembali lagi ke pembelajaran virtual dulu selama 10 hari, nanti setelah 10 hari mereka masuk lagi. Makanya sekarang ini kita tutup dulu satu sekolah supaya masyarakat semakin mengedepankan keamanan dan Protokol Kesehatan (Prokes),” ujar Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, pada Jumat (1/10/2021).
Arief menjelaskan, bahwa pihaknya terus mengkaji dan membentuk satgas-satgas COVID-19 di beberapa sekolah untuk upaya dan antisipasi kasus COVID-19.
“Ini memang sudah diantisipasi bahwa kalau interaksi sosial masyarakat di tengah pandemi pasti ada aja. Makanya yang sulit mendeteksinya, kan, harus dilakukan testing,” ucapnya.
“Nanti ini berjalan. Apa yang menjadi arahan Pemerintah Pusat menjadi bahan untuk kita kaji, ke depannya bisa kita implementasi,” kata Arief.
Arief meminta, para murid atau staf sekolah yang merasa memiliki gejala COVID-19 untuk langsung memeriksakan diri di puskesmas terdekat. Hal itu guna mencegah timbulnya klaster COVID-19 di SMP yang menggelar PTM.
“Apabila ada gejala ringan aja, pilek batuk, sudah silakan ke puskesmas untuk testing gratis,” tutup Arief. (RT)





