PSBB Banten Diperpanjang Sebulan, Ini Alasannya

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Banten berlanjut. PSBB jilid pertama yang berlangsung 14 hari dari 7 – 21 September 2020 dinilai kurang cukup. PSBB lanjutan jilid kedua ini berlangsung lebih lama. Gubernur Banten Wahidin Halim memutuskan PSBB kali ini berlangsung sebulan.

Wahidin menjelaskan, pertimbangan ini karena melihat kondisi kasus Covid-19 masih meningkat akhir-akhir ini. Menurutnya, dengan PSBB ini bisa menjadi dasar hukum perlindungan kepada masyarakat.

“PSBB kita kan masih ada pelonggaran-pelonggaran tidak seperti Jakarta,” kata Wahidin Halim kepada wartawan di gedung BPK RI Perwakilan Provinsi Banten, Senin (21/9/2020) seperti yang dikutip dari Kompas.com.

PSBB Banten ini bertujuan menekan dan mengendalikan kasus Covid-19 di 8 kabupaten dan kota. “Di lapangan bagaimana wali kota, bupati (teknis PSBB) itu fleksibel. Kalau kira- kira dalam kondisi tertentu harus lebih keras, ya keras. Kalau emang bisa ditoleransi, ya toleransi,” imbuhnya.

PSBB juga lanjut dia, untuk mengingatkan kepada masyarakat agar disiplin dengan protokol kesehatan di setiap aktivitasnya. ” Kalau enggak ada PSBB nanti mereka menganggap sudah new normal, ada euforia, kan kalau ada PSBB mereka terikat dengan aturan,” tukasnya.

Aturan perpanjangan PSBB ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.214-HUK/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Provinsi Banten Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 yang dikeluarkan di Serang, Senin (21/9/2020). Perpanjangan selama satu bulan ini dimulai 21 September – 20 Oktober 2020.

“Banten sejak awal terus melanjutkan PSBB, yang membedakannya saat ini adalah lebih luas ke wilayah kabupaten/kota selain Tangerang Raya, kita terus menjalankan PSBB dan secara kontinyu dalam penanganan Covid-19 di Banten,” kata Wahidin.

Ia mengaku telah melakukan evaluasi pelaksanaan PSBB sebelumnya. Jika sebelumnya bupati dan walikota yang masing-masing menetapkan jangka waktu pembatasan, kali ini diputuskan seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut melaksanakannya secara serempak selama sebulan penuh. Wahidin menekankan dan mengajak seluruh pihak di Provinsi Banten untuk memiliki semangat dan terus meningkatkan koordinasi dan solidaritas dalam penanganan pandemi Covid-19. Hal itu seiring dengan adanya tren kenaikan kasus penularan SARS-CoV-2 di daerah tersebut.

“Perlu mendapatkan respons seluruh pihak. Semua Kepala Daerah dan pejabat bertanggung jawab. Termasuk kita, bahu membahu bersama TNI dan Polri. Semua dilibatkan dalam penanganan Covid-19,” katanya.[sultantv]

(Visited 8 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.