Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa tingkat kebahagiaan seseorang juga memberikan pengaruh terhadap kondisi kesehatan tubuh.
Hal tersebut bukanlah tanpa alasan. Berbagai hormon yang dikeluarkan saat rasa senang atau bahagia akan muncul dan memberi efek yang membuat sel-sel di dalam tubuh bekerja lebih baik.
Selain itu, kebahagiaan juga diikuti dengan efek yang disebut positive affect (PA). Beberapa penelitian pernah melakukan pengamatan terhadap efek yang diberikan dari positive affect terhadap tingkat kesehatan para pesertanya.
Penelitian umumnya dilakukan dengan memberi berbagai pertanyaan yang terkait dengan keadaan emosional peserta dan seberapa lama mereka merasakan emosi tersebut.
Hal tersebut bertujuan untuk melihat apakah pengalaman emosional peserta dapat memengaruhi munculnya berbagai kondisi penyakit.
Ternyata dari berbagai penelitian tersebut, jantung merupakan organ yang paling sering terpengaruh. Penelitian juga membuahkan hasil bahwa peserta yang memiliki positive affect lebih tinggi memiliki risiko yang lebih rendah terhadap penyakit jantung dan stroke.
Bahkan positive affect pun berpengaruh terhadap kerentanan seseorang terhadap virus yang menyebabkan penyakit seperti flu.
Sebagai contoh, peserta dengan kadar PA lebih rendah sebelum terpapar virus lebih banyak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Sedangkan peserta dengan PA lebih tinggi memiliki lebih banyak resistensi terhadap virus.
Hal ini turut diperlihatkan pada penelitian lain yang memberikan vaksin pencegah hepatitis B terhadap 81 mahasiswa yang menjadi pesertanya.
Mahasiswa yang lebih bahagia memiliki respons antibodi hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan peserta yang kurang bahagia.
Hasil tersebut menggambarkan bahwa kebahagiaan mungkin saja dapat berdampak pada sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat.
Belum diketahui pasti bagaimana hubungan keduanya. Namun kemungkinannya, kebahagiaan memberi pengaruh pada aktivitas poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA) sebagai pengatur sistem imunitas tubuh dan pengendalian stres agar bekerja lebih baik.
Emosi memang dapat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh Anda. Dalam hal ini, lebih sering merasa bahagia ternyata akan membuat harapan hidup Anda juga menjadi lebih tinggi.
Sesungguhnya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan jika ingin merasa lebih bahagia.
Bergerak lebih aktif dengan menyisakan waktu untuk berolahraga, menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan, meditasi, serta makan makanan yang bergizi bisa membangkitkan hormon-hormon bahagia.
Namun, kebahagiaan sesungguhnya juga berasal dari emosi yang dirasakan oleh diri sendiri. Terkadang, kebahagiaan juga bisa didapatkan dari pengaruh-pengaruh kecil sesepele bercengkrama dan bersenda gurau dengan orang-orang di sekitar.
Yang perlu diingat adalah lebih berfokus terhadap hal-hal yang membuat Anda merasa senang.[]


