SENAYAN, Sultantv.Co – Polemik terkait desakan penarikan Indonesia dari forum Board of Peace (BoP) mencuat di ruang publik. Isu ini muncul setelah beredar klaim ultimatum dari kelompok mahasiswa kepada pemerintah.
Namun, hingga kini belum ditemukan pernyataan resmi dari kanal organisasi mahasiswa terkait tuntutan tersebut.
Di tengah perdebatan itu, sejumlah analis menilai keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional tersebut justru memiliki nilai strategis, terutama dalam membaca dinamika konflik Timur Tengah.
Pengamat hubungan internasional menyebut partisipasi Indonesia di BoP tidak bisa dipahami sebagai bentuk keberpihakan terhadap pihak tertentu, termasuk inisiatif yang dikaitkan dengan Donald Trump.
“Ini bagian dari strategi diplomasi. Dengan berada di dalam forum, Indonesia bisa memahami arah kebijakan global sekaligus menyampaikan posisinya,” kata seorang analis kebijakan luar negeri.
Menurut dia, kehadiran Indonesia memberi akses langsung terhadap informasi strategis yang tidak selalu tersedia di luar forum.
Sumber diplomatik juga menilai posisi tersebut penting sebagai “mata dan telinga” Indonesia dalam membaca dinamika geopolitik internasional.
Melalui forum itu, Indonesia dinilai dapat mengawal kebijakan global agar tetap memperhatikan isu Palestina, sekaligus menyuarakan kepentingan negara berkembang.
Pemerintah sebelumnya juga menunjukkan pendekatan hati-hati dalam merespons konflik kawasan. Sejumlah agenda terkait keterlibatan di wilayah konflik ditunda dengan mempertimbangkan risiko geopolitik dan keselamatan personel.
Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan upaya mitigasi konflik di Timur Tengah.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa posisi Indonesia tetap konsisten dalam mendukung Palestina. Keterlibatan dalam forum internasional disebut tidak mengubah prinsip tersebut.
Indonesia, kata dia, tetap menempatkan diri pada jalur diplomasi, kemanusiaan, dan perdamaian.
Sejumlah pihak menilai tuntutan penarikan Indonesia dari forum internasional belum mempertimbangkan kompleksitas kebijakan luar negeri.
Keputusan strategis, menurut pengamat, membutuhkan proses diplomasi yang panjang serta koordinasi lintas negara.
“Kalau Indonesia keluar, justru kehilangan ruang untuk memengaruhi kebijakan,” ujar sumber tersebut.
Keikutsertaan di BoP dinilai memberi peluang bagi Indonesia untuk berperan aktif dalam percaturan global, termasuk mengawal kepentingan Palestina dari dalam forum.
Di tengah polemik yang berkembang, pendekatan ini disebut sebagai bagian dari strategi diplomasi aktif Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik internasional.***



