Pijat kretek atau terapi chiropractic sering dianggap sebagai cara yang cepat menghilangkan pegal. Namun, ternyata sensasi “krek” itu bukan berarti tubuh benar-benar membaik.
Berikut beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
- Sendi jadi longgar dan tidak stabil
Kretek paksa pada sendi dapat meregangkan ligamen secara berlebihan. Jika terus dilakukan berulang, sendi menjadi lebih longgar, mudah bergeser, dan rentan cedera. - Risiko saraf terjepit
Pijat kretek yang salah terutama di area tulang belakang atau leher, dapat membuat saraf tertekan atau terjepit. Akibatnya muncul rasa kesemutan, nyeri, hingga rasa lemah pada tubuh. - Dapat menyebabkan radang atau memar
Tekanan berlebihan bisa menimbulkan peradangan pada jaringan lunak di sekitar sendi. Memar, bengkak, dan rasa nyeri setelah dipijat adalah tanda tubuh mengalami kerusakan. - Berbahaya bagi kondisi tertentu
Orang dengan skoliosis, osteoporosis, riwayat cedera tulang belakang, atau masalah saraf berisiko mengalami komplikasi serius jika dipijat dengan teknik kretek. - Potensi cedera parah di leher
Pijat kretek leher secara kasar dapat mengganggu pembuluh darah. Meski jarang, beberapa kasus menunjukkan risiko kerusakan pembuluh yang bisa berujung stroke. - Sensasi lega yang sementara
Suara “krek” tidak menandakan masalah sudah teratasi. Banyak orang merasa lega hanya sesaat, padahal kerusakan pada tubuh justru bisa bertambah.
[Radika]




