BerandaBERITABegini Risiko Melakukan Pijat Kretek pada Tubuh

Begini Risiko Melakukan Pijat Kretek pada Tubuh

Pijat kretek atau terapi chiropractic sering dianggap sebagai cara yang cepat menghilangkan pegal. Namun, ternyata sensasi “krek” itu bukan berarti tubuh benar-benar membaik.

Berikut beberapa risiko yang perlu diperhatikan:

  1. Sendi jadi longgar dan tidak stabil
    Kretek paksa pada sendi dapat meregangkan ligamen secara berlebihan. Jika terus dilakukan berulang, sendi menjadi lebih longgar, mudah bergeser, dan rentan cedera.
  2. Risiko saraf terjepit
    Pijat kretek yang salah terutama di area tulang belakang atau leher, dapat membuat saraf tertekan atau terjepit. Akibatnya muncul rasa kesemutan, nyeri, hingga rasa lemah pada tubuh.
  3. Dapat menyebabkan radang atau memar
    Tekanan berlebihan bisa menimbulkan peradangan pada jaringan lunak di sekitar sendi. Memar, bengkak, dan rasa nyeri setelah dipijat adalah tanda tubuh mengalami kerusakan.
  4. Berbahaya bagi kondisi tertentu
    Orang dengan skoliosis, osteoporosis, riwayat cedera tulang belakang, atau masalah saraf berisiko mengalami komplikasi serius jika dipijat dengan teknik kretek.
  5. Potensi cedera parah di leher
    Pijat kretek leher secara kasar dapat mengganggu pembuluh darah. Meski jarang, beberapa kasus menunjukkan risiko kerusakan pembuluh yang bisa berujung stroke.
  6. Sensasi lega yang sementara
    Suara “krek” tidak menandakan masalah sudah teratasi. Banyak orang merasa lega hanya sesaat, padahal kerusakan pada tubuh justru bisa bertambah.

[Radika]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular