23.7 C
Serang
Friday, January 21, 2022
spot_img

Pernyataan Gubernur Lemhanas Soal TNI, Dikritisi TB Hasanuddin

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Agus Widjojo menyebut TNI tidak bersatu dengan rakyat dan rakyat itu milik presiden. Pernyataan kontroversialnya tersebut menjadi sorotan berbagai pihak.

Anggota Komisi I DPR RI sekaligus tokoh senior TNI, TB Hasanuddin menyatakan dirinya gagal paham terhadap pernyataan tersebut. Pasalnya, yang dikatakan Agus Widjojo terkesan bahwa TNI seperti militer di negara demokrasi liberal.

“Artinya, tentara itu dibentuk sebagai kekuatan politik. Kemudian di situ bahkan tidak ada istilah militer itu pejuang. Enggak. Kalau perlu, tentara itu adalah tentara bayaran,” ujar TB Hasanuddin, Selasa (12/10/2021).

Dikatakannya, Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang menjadi cikal bakal TNI yang dibentuk setelah Republik Indonesia berdiri, merupakan laskar-laskar rakyat yang ingin memperjuangkan mempertahankan kedaulatan rakyat.

“Sehingga, rakyat dengan militer/tentara tidak bisa dipisahkan, seperti air dengan ikan,” ungkapnya.

Selain itu, diakui TB Hasanuddin, dirinya juga dibuat bingung dengan pernyataan Agus Widjojo yang menyebut Delapan Wajib TNI hanya untuk para prajurit di bawah. Padahal, Delapan Wajib TNI merupakan doktrin TNI yang mengikat selurah anggota TNI.

“Mulai dari pangkat tertinggi sampai pangkat terendah bahwa kita wajib menghormati dan melakukan sesuatu untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Terkait kejadian ini, TB Hasanuddin berharap Agus Widjojo segera memberikan klarifikasi terhadap yang disampaikannya. Pasalnya, Agus Widjojo juga merupakan senior di TNI.

Sebagai Gubernur Lemhannas yang notebene tempat menempa para calon pemimpin masa depan, Agus Widjojo pun diperingatkan untuk tidak salah dalam hal mengajarkan doktrin ataupun filsafat.

“Dan yang terakhir, beliau sudah diputuskan sebagai calon duta besar di Filipina. Melihat ketiga peran itu, menurut hemat saya, beliau harus segera mengoreksinya,” imbuhnya.

Saat ini, TB Hasanuddin bersama anggota DPR RI lainnya sudah memasuki masa reses sejak 8–31 Oktober 2021. Namun dirinya berharap, seusai masa reses pihaknya dapat mengundang Agus Widjojo untuk memberikan klarifikasi supaya tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu, sebelum berangkat ke Filipina.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,527FansSuka
16,400PengikutMengikuti
35,100PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru