More

    Perekonomian Banten 2024 Diproyeksi Tumbuh 5,5 Yoy

    SERANG – Kantor Perwakilan Wilayah (Kpw) Bank Indonesia Banten memproyeksi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten mencapai 4,7 hingga 5,5 Yoy tahun 2024. 

    Kepala Kpw BI Banten Amiri Riza Ma’ruf Musa mengatakan bahwa pihaknya pertumbuhan ekonomi tahun 2024 diproyeksi optimis tetap positif dan lebih tinggi dibandingkan tahun 2023.

    Kata dia, Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Banten triwulan IV November 2023 mengalami pertumbuhan 4,81 yoy.

    “Pertumbuhan 4,81 Yoy secara yoy lebih kecil dari nasional 4,81 ini bukan berita buruk,” ujarnya saat taklimat media di Cafe Saba, Kecamatan Tembong, Kota Serang, Senin (12/2).

    Angkat tersebut dipengaruhi oleh faktor, el nino, komoditas dunia dan lambatnya pertumbuhan ekspor di Provinsi Banten.

    “Ada faktor el nino, komoditas dunia, di banten eksport lambat ya,” ujarnya.

    Ia juga mengatakan pertumbuhan ekonomi di banten 2024 diprediksi tumbuh lebih cepat dari tahun 2023.

    “Kami proyeksikan perekonomian banten diprediksi tumbuh lebih cepat dengan kisaran angka 4,7 sampai 5,5 yoy,” tuturnya.

    Adanya peningkatan tersebut dipengaruhi Pencabutan tax rebate China dan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah thd Ferro-Alloy China terhadap produk baja olahan berpotensi mendorong daya saing besi baja lokal

    lanjutnya, Rencana penurunan Fed Fund Rate (FFR) pada Semester II 2024 seiring dengan membaiknya perekonomian Amerika Serikat.

    Mulai beroperasinya pabrik baru dan peningkatan kapasitas produksi besar pada industri baja dan petrokimia.

    “Penerapan Rencana Tata Ruang Wilayah Pemerintah Daerah dalam pengembangan Kawasan Agroindustri dan Revitalisasi Saluran Irigasi diharapkan dapat mendukung sektor Pertanian,” katanya.

    Konsumsi RT meningkat sejalan meningkatnya confidence Masyarakat. Dan sejalan dengan peningkatan permintaan industri petrokimia domestik.

    Kenaikan UMP 2024 sebesar diperkirakan mendorong kinerja konsumsi RT seiring pelonggaran berbagai Kebijakan dan insentif yang masih diberikan Pemerintah.

    Peningkatan demand terhadap quality leisure meningkatkan permintaan terhadap pariwisata domestik. (Fik)

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    40,100PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru