Perayaan Maulid Nabi, Pengingat untuk Hidup Sehat, Hemat, dan Sederhana

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang dilakukan setiap tahun sudah seharusnya menjadi pengingat bagi masyarakat untuk senantiasa meneladani perangai Nabi Muhammad. Pada masa sekarang ini  di masa pandemi, perilaku hidup hemat dan sederhana menjadi hal paling tepat untuk diteladani dan diterapkan.

Kyai Hamdan Suhaimi, Ketua GP Ansor Banten yang juga pengasuh Ponpes Darul Hikmah menegaskan, semua yang ada pada diri Nabi Muhammad adalah teladan, termasuk sikap hidup sehat, hemat, dan sederhana.

“Hal yang paling kita tiru dari Nabi Muhammad di masa pandami ini adalah hidup bersih, hidup hemat, hidup sederhana, hanya itu yang lebih tepat. Rasulullah mencontohkan begitu. Meskipun dalam kondisi apapun, prinsip itu masih bisa diterapkan,” jelas Kyai Hamdan Suhaimi setelah mengisi acara Bincang Hari Ini Sultan TV, Selasa (3/11/2020).

Makna Maulid Nabi yang seharusnya dipahami masyarakat agar tidak terjebak pada perayaan selain merasakan kebahagiaan dan kehadiran Rasulullah juga menjadi media atau alat untuk berubah ke arah kabaikan.

“Makna paling utama dari maulid yakni merasa bangga, senang, bahagia dan merasakan kehadiran Rasulullah. Dari peringatan maulid ini kerinduan kepada Rasulullah semakin ingin bertemu. Maulid ini juga menjadi media atau alat untuk kita berubah lebih baik. Ini bukti rasa cinta kita kepada Rasulullah,” lanjut Kyai Hamdan.

Secafa kebatinan, lanjut Kyai Hamdan, saat peringatan maulid ini seolah-olah Nabi Muhammad hadir di tengah kerumunan orang-orang yang sedang membaca salawat. Ini dibuktikan, pada suatu waktu di suatu tempat, aroma wewangian khas yang tidak hilang dalam satu minggu. Pengalaman spiritual pemimpin perayaan maulid merasa didatangi Nabi Muhammad Saw dalam mimpi pun kerap terjadi.

Perayaan maulid Nabi Muhammad di era pandemi menurut Kyai Hamdan tidak jauh berbeda dengan perayaan sebelumnya. Baik dari isi, tata cara, maupun pernak-pernik. Namun tetap harus memperhatikan protokol kesehatan untuk kebaikan bersama seperti menjaga jarak, pembatasan jumlah massa berkumpul, dan sebagainya.

“Tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang mengacu WHO untuk hati-hati saat pandemi,” tukasnya. [sultantv]

(Visited 8 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.