Digempur Budaya Luar, Pemuda Harus Berperan Aktif dalam Pelestarian Seni Budaya Banten

Gempuran budaya asing terhadap budaya lokal, menjadi perhatian generasi muda yang tergabung di UKM Pandawa Untirta. Bergerak di bidang seni dan budaya, unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang fokus melestarikan seni kebudayaan dengan mempelajari dan menampilkan tari tradisi dan sebagainya ini, juga melakukan langkah-langkah lain.

Pada masa pandemi ini, memanfaatkan teknologi, UKM Pandawa menggelar webinar bertajuk ‘Pemuda dalam Seni Budaya di Banten’. Agus Sumaryo, Ketua UKM Pandawa menjelaskan, webinar ini diadakan karena melihat kondisi hari ini.

“Budaya di Banten perlu dilestarikan. Kesenian tradisional semacam alat musik, pencak silat, dan banyak sekali peninggalan tak benda yang harus kita lestarikan. Beberapa waktu ini pemerintah Propinsi Banten mengikonkan tari rampak beduk jadi local wisdom. Debus apalagi, udah mancanegera. Para pemuda harus bisa menyadari keberadaan hal itu. Kalau hari ini berdiam saja, bagaimana dengan warisan budaya kita,” tutur Agus saat menjadi pembicara tamu di Bincang Hari Ini Sultan TV, Senin (2/11/2020).

Generasi milenial Banten hari ini, menurut Agus, sebenarnya cukup diuntungkan dengan masih adanya padepokaan seni. Meski begitu, gempuran budaya luar yang masuk melalui kecanggihan teknologi juga menjadi faktor generasi muda lebih tertarik budaya luar.

Menurut Agus, tidaklah heran kalau ada tradisi yang hampir punah di Banten, misalnya wayang garing. Untuk mengatasi hal-hal seperti ini, Agus bilang strateginya adalah mengkolaborasikan teknologi hari ini dan mengemasnya menjadi wahana atau pertunjukan yang mengundang orang.

Selain itu, ia mengimbau generasi muda untuk mengenyahkan pemikiran bahwa melestarikan budaya adalah hal kuno. Persepsi ini harus dihapus karena menurut Agus, generasi milenial saat ini pun terlahir dengan cara-cara tradisi yang mereka anggap kuno. Seperti proses penamaan bayi dan budaya-budaya lain.

“Untuk mengatasi tantangan ke depan di bidang seni budaya ini, semua aspek harus terlibat termasuk masyarakat dan pemerintah,” tukas mahasiswa semester V Jurusan PKn ini. (sultantv)

(Visited 11 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.