Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Kota Serang Bakal Dirazia Sebulan Sekali

Permasalahan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kota Serang cukup pelik. Berkali-kali dirazia, dibina, dan diberi pelatihan, namun terus saja bermunculan. Setiap kali dirazia pun, mereka tidak ditemukan. Sebaliknya, di luar jadwal razia, malah berkeliaran dan gampang ditemukan.

Asep Rian Purnama, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Serang menjelaskan, saat ini penjaringan PMKS di Kota Serang masih dilakukan tiga bulan sekali. Pada 2021 nanti, rencananya dilakukan sebulan sekali bekerjasama dengan Satpol PP.

Asep Rian menyebut, jenis PMKS yang paling banyak di Kota Serang yakni anak terlantar dan gelandangan.

“Penanganaan PMKS ini kita biasa mendata, setelah itu memberi arahan kepada mereka, memberi pembinaan secara ritual atau keagamaan, memberi pelatihan. Kalau tersedia anggarannya, memberikan alat-alat yang sifatnya bisa membantu melakukan usaha, yang tujuannya membantu mereka bisa hidup secara mandiri,” jelas Asep Rian seusai menjadi pembicara di program Bincang Hari Ini Sultan TV, Jumat (23/10/2020).

Namun pada kenyataannya kata Asep Rian, meskipun PMKS yang terjaring razia sudah diberi pelatihan dan diberi alat bantu segala macam utk berusaha, namun belum tentu giat dan berusaha. “Mereka sudah berada di zona nyaman. Berdiri di jalan raya, bermodalkan fisik yang dikasihani, bisa dapet 100 ribu per hari bahkan lebih,” tukasnya.

Meskipun begitu, sejauh ini sudah ada yang berhasil dibina. Mereka para mantan PMKS sudah ada yang membuka usaha katering, punya bengkel sendri, berjualan pulsa, dan sebagainya. “Di luar pembinaan dan pelatihan, kami juga ada program bulan bakti yang dilakukan setahun sekali,” imbuhnya.

PMKS termasuk perilaku mengemis di tempat umum ini merupakan penyakit masyarakat. Para pelaku memasuki zona nyaman, mendapatkan uang dengan mengandalkan belas kasihan masyarakat. Menurut Asep Rian, butuh usaha ekstra untuk menyembuhkannya.

“Kita harus ekstra rajin memberi pengarahan dan pembinaan secara keagamaan agar mereka bisa berbalik, jangan sampai salah langkah,” kata Asep Rian lagi.

Untuk membantu pemerintah khususnya Dinas Sosial menyelesaikan masalah PMKS ini, masyarakat seharusnya tidak membuat para pengemis semakin nyaman dengan terus-terusan memberi uang.

“Peran serta masyarakat sangat berpengaruh, memberi rasa kepedulian ataupun perhatian tapi jangan salah memberi perhatian. Misal di jalan raya banyak sekali PMKS. Memberi uang kepada mereka termasuk melanggar peraturan dan itu ada sanksinya.  Harusnya masyarakat sadar, jangan sampai memberi kepada mereka. Itu membuat mereka nyaman,” tutup Asep Rian. (sultantv)

(Visited 15 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.