Penuhi Panggilan Polda, Anies Klarifikasi Kerumunan Massa di Petamburan

Gubernur DKI Anies Baswedan datangi Polda Metro Jaya Selasa (17/11/2020) memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya terkait kasus kerumunan massa Rizieq Shihab. Anies yang tiba pukul 09.43 WIB sempat memberikan keterangan singkat kepada wartawan.

Anies dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam kerumunan massa di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, pada 14 November 2020. Kerumunan itu terjadi saat pemimpin FPI Rizieq Shihab menggelar Maulid Nabi sekaligus menikahkan putrinya pada Sabtu malam.

Mengenakan seragam dinas, mantan menteri pendidikan ini pun langsung menuju ruang penyidik Subdit I Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

“Saya menerima undangan klarifikasi tertanggal 15 November 2020 yang saya terima kemarin, 16 November pukul 14.00 WIB mengundang saya untuk memberikan klarifikasi pada tanggal 17 (November) jam 10.00 WIB,” ujar Anies.

“Jadi hari ini saya datang sebagai warga negara untuk memenuhi undangan dari Polda. Itu aja,” ucap Anies.

Anies enggan memberikan keterangan lebih lanjut perihal permintaan klarifikasi dari Polda. Ia langsung menuju ke dalam Gedung Ditreskrimum setelah bertemu wartawan.

“Jadi, hari ini saya datang sebagai warga negara untuk memenuhi undangan dari Polda,” ucap dia.

Sebelumnya, Mabes Polri telah mengirimkan surat pemanggilan terhadap seluruh pihak yang dinilai bertanggung jawab terkait kerumunan dalam acara resepsi pernikahan putri Rizieq Shihab. Salah satunya adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Kepada anggota pembina masyarakat (binmas) yang bertugas di protokol kesehatan, kepada RT, RW, lintas masyarakat, lurah, camat dan Walikota Jakarta Pusat, kemudian KUA, Satuan Tugas Covid-19, Biro Hukum DKI, dan Gubernur DKI dan kemudian beberapa tamu yang hadir dan ini rencana akan kami lakukan klarifikasi,” ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono di kantornya, Senin sore.  

Argo menjelaskan, seluruhnya bakal diperiksa dengan dugaan tindak pidana Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Diketahui Pasal 93, berbunyi setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta Rupiah).

Selain memanggil Anies Baswedan dan sejumlah pihak terkait perizinan kegiatan Rizieq Shihab, Mabes Polri juga mencopot Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolres Jakarta Pusat karena dianggap lalai menegakkan protokol kesehatan.   

Panggilan terhadap Anies resmi tertuang lewat surat dengan Nomor: B/19925/XI/RES.1.24/2020/Ditreskrimum. Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat membenarkan bahwa pihaknya melayangkan surat tersebut terhadap Anies.

“Kita klarifikasi terkait dengan kegiatan yang dilakukan ini (acara pernikahan putri Rizieq),” kata Tubagus saat dikonfirmasi, Senin (16/11/ 2020). (sultantv-01)

(Visited 6 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.