BerandaBERITA‎Rumah Roboh Saat Ramadhan, Warga Serang Segera Terima Bantuan RTLH Senilai Rp50...

‎Rumah Roboh Saat Ramadhan, Warga Serang Segera Terima Bantuan RTLH Senilai Rp50 Juta‎‎

SERANG, Sultantv.co – Nasib Ibu Nining, warga Kampung Ciburuy RT 09 RW 03, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, kini mulai berangsur membaik.‎‎

Setelah harus kehilangan tempat tinggal karena rumahnya roboh, ia akhirnya mendapatkan kepastian akan dibangunkan rumah baru melalui program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.

‎‎Kepastian pembangunan rumah Nining terungkap setelah petugas dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Serang melakukan pengukuran lahan sekaligus pemasangan patok batas atau dikenal dengan istilah boplang, Senin, 11 Mei 2026.

‎‎Nining menceritakan, kondisi rumahnya sudah lama memprihatinkan dan sepenuhnya terbuat dari bahan kayu serta bilik, tanpa menggunakan bahan bangunan permanen seperti batu bata maupun semen.

‎‎Kerusakan tersebut akhirnya mencapai titik terparah saat Ramadan tahun ini, di mana seluruh bangunan runtuh karena kondisi bahan yang sudah lapuk.

‎‎”Sejak rumah saya roboh pas bulan puasa kemarin, saya sama suami dan anak tinggal sementara di rumah mertua. Boro-boro buat bangun rumah, buat makan sehari-hari aja masih kurang,” ungkap Nining kepada wartawan.‎‎

“Suami saya cuma pedagang sayuran, penghasilannya pas-pasan. Makanya, saya sangat berharap ada bantuan dari pemerintah supaya kami punya tempat tinggal yang layak,” tambahnya.

‎‎Setelah kejadian tersebut, Nining segera melaporkan kondisinya kepada pihak desa. Tidak berselang lama, petugas dari pemerintah desa bersama tim dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Serang datang langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan verifikasi keadaan lapangan.‎‎

Ia mengaku merasa sangat bersyukur dan gembira setelah mendapatkan kepastian bahwa rumahnya akan segera dibangun kembali, bahkan hari ini telah dilakukan proses pengukuran lahan dan pemasangan patok batas di lokasi rumahnya.‎‎

Bantuan rumah tidak layak huni yang diterima Nining senilai Rp50 juta, dan uang tersebut akan ditransfer langsung ke rekening penerima.‎‎

“Alhamdulillah senang banget, bersyukur, ada yang membantu karena saya sudah lama pengen dibantu karena rumah saya kondisinya seperti ini,” ujarnya.‎‎

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Desa Kubang Jaya, Adam Malik, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan sebanyak 15 unit rumah tidak layak huni untuk mendapatkan bantuan pada tahun anggaran 2026 ini.‎‎

Jumlah pengajuan tersebut sama dengan yang diajukan pada tahun-tahun sebelumnya, dan seluruhnya telah dipilih melalui proses survei dan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa penerima bantuan benar-benar memenuhi kriteria dan dalam keadaan yang mendesak.‎‎

“Pengajuan untuk Ibu Nining kami utamakan terlebih dahulu karena kondisinya sudah mendesak. Sebenarnya masih ada warga lain di desa kami yang memiliki kondisi rumah serupa dan juga layak untuk mendapatkan bantuan,” jelas Adam Malik.‎‎

Dari 15 RTLH yang diajukan, satu unit telah direalisasikan pada tahun sebelumnya melalui bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk warga di Kampung Bandung. Sedangkan, kasus Nining menjadi yang kedua yang dipastikan akan segera diproses pembangunannya.‎‎

Untuk usulan RTLH lainnya, kata Adam Malik, akan diajukan kembali pada kesempatan berikutnya ketika kondisi dan kebutuhan sudah dinilai mendesak.‎‎

Terkait kemungkinan penambahan kuota pengajuan, ia menyatakan bahwa hal tersebut belum direncanakan untuk saat ini, mengingat seluruh data usulan yang ada sudah disusun berdasarkan hasil verifikasi yang cermat.‎‎

“Kalau pengajuan penambahan kuota kayaknya sih gak, karena sebelum kita ajukan itu kita survei dulu ke lapangan, rumah mana yang memang perlu diajukan. Tapi kalau data-data namanya itu sudah ada di kita,” tambahnya.‎‎

Adam Malik menyampaikan pesan dan harapan kepada Nining selaku penerima bantuan rumah tidak layak huni, agar bantuan yang diterima dapat digunakan sebaik-baiknya. Mengingat program bantuan pemerintah memiliki keterbatasan dan hanya diberikan kepada warga yang benar-benar berhak dan membutuhkan.‎‎

“Kami juga berdoa semoga proses pembangunan rumah Ibu Nining berjalan dengan lancar, selesai tepat waktu, dan menghasilkan hunian yang layak serta nyaman untuk ditempati bersama keluarga,” pungkasnya. (Red/ RG)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular