Penopang Ekonomi di Masa Pandemi, UKM Harus Didukung

Pada masa pandemi seperti sekarang ini, saat indutri banyak mengalami kevakuman, usaha kecil dan menengah (UKM) masih bisa bertahan. Terlebih usaha-usaha yang juga berjualan secara online. Usaha semacam ini justru sangat bisa meningkat dan harus diantisipasi pelaku UKM di Banten.

Itu yang dijelaskan Wakil Komite Kadin Pusat Anang Rahmatullah pada Sultan TV, Selasa (22/9). Meski begitu, menurutnya, dari 500 ribuan UKM hanya 20-30 persen yang menggunakan teknologi dan berjualan online.

“Kita berharap, masyarakat harus mendukung pertumbuhan UKM yang ada di lingkungan sekitar. Mari kita belanja di UKM sekeliling kita,” jelasnya.

Ia berharap, pemerintah dengan program CSR (Corporate Social Responsibility) bisa membant UKM di samping pemerintah daerah dan pemerintah pusat mendukung dengan kepedulian tinggi. “Kita berharap, dengan anggaran yang ada, bisa mendukung sarana dan prasarana,” harapnya.

Bentuk dukungan Kadin untuk UKM dijelaskan Anang, bisa dilihat dari kontribusi  secara langsung di Kadin masing-masing daerah. Kadin Banten serta Kadin kabupaten kota diharapkan bergerak bersama UKM untuk bisa melalui kondisi yang ia anggap sangat sulit ini.

“Sebagai info saja, setiap tahun ada Trade Expo. Tahun ini dibuka Ketua Kadin Indoneisa, dilakukan secara virtual. Tidak hanya untuk kalangan nasional tapi juga ekspor impor. Pada 2019 digelar di Banten, ICE BSD. Untuk tahun ini dilakukan virtual, silakan buka di www.tradeexpoindonesia.com. Saya berharap, sekarang ngetren budidaya jahe. Ini kita coba dukung untuk memasarkan produk lokal. Di Banten, kita berharap, pemerintah mendukung produk lokal seperti kopi Kupu-kupu,” tegasnya.

Dalam kondisi seperti ini, ia beranggapan kondisi UKM masih cukup baik. Mudah-mudahan kata dia, dalam kondisi seperti ini cita-cita besar UKM di Banten masih semangat.

“Dalam kodisi sekarang ini keluar rumah bisa melakukan kegiatan ekomomi usaha dengan segala keterbatasan, tentunya memperhatikan 3M (memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan-red) dan 3T  (test-uji spesimen, trace-penelusuran, dan treat-perawatan-red,” imbuhnya.

Ia berharap, dengan kondisi seperti ini di Provinsi Banten harus memakai jurus yang betul-betul pelaku UKM bisa survive. Serta memanfaatkan kemajuan teknologi.[sultantv]

(Visited 8 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.