26 C
Serang
Monday, January 25, 2021

Pemberian Layanan Calling Visa untuk Israel tak Sesuai dengan filosofi Bangsa

Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menilai, pemberian layanan visa berupa calling visa untuk Israel tak sesuai dengan filosofi bangsa Indonesia. Hasanuddin menegaskan, hingga saat ini Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel. Selain Israel, Indonesia juga memberikan calling visa pada tujuh negara lainnya yakni Afghanistan, Guinea, Korea Utara, Kamerun, Liberia, Nigeria dan Somalia.

“Layanan calling visa ini mungkin tujuannya bagus, misalnya untuk menarik investor asing masuk ke Indonesia . Tapi harus diingat, Indonesia tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel,” kata Hasanuddin kepada Sultan TV, Sabtu (28/11/2020).

Ia memaparkan, Indonesia memiliki hubungan yang sangat erat  dengan Palestina. Bahkan sebelum Indonesia merdeka pun, para  pendiri bangsa ini khususnya Soekarno telah menanamkan cita-cita bangsa dalam Pembukaan UUD 45 bahwa kemerdekaan adalah hak semua bangsa.  Salah satu pointnya adalah Indonesia ikut aktif dalam perdamaian dunia dan di dalamnya disebutkan bahwa seluruh bangsa  di dunia memiliki hak untuk merdeka.

“Dari point tersebut, para pendiri bangsa ini mendapat aspirasi pentingnya kemerdekaan Palestina. Tapi hingga kini kemerdekaan Palestina itu belum tercapai dan seluruh rakyat Indonesia punya tugas berpastisipasi memerdekakan Palestina,” tegasnya.

Bila saat ini Indonesia membuka calling visa untuk Israel, menurut Hasanuddin, dapat diartikan sebagai membuka hubungan diplomat dan ini bertentangan dengan politik luar negeri Indonesia.

Selain itu, hal ini tidak sesuai lagi dengan prinsip dasar negara yakni Pancasila dan aspirasi rakyat Indonesia sejak berdirinya negara ini.

“Batalkan calling visa untuk Israel atau tim penilai harus sangat selektif memutuskan calling visa untuk Israel,” tandasnya.

Diberitakan, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM membuka pelayanan visa elektronik (e-Visa) bagi warga Israel dan tujuh negara lainnya dengan subjek calling visa atau layanan visa khusus negara dengan tingkat kerawanan tertentu.

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang mengungkapkan, proses pemeriksaan permohonan e-Visa bagi warga negara subjek calling visa melibatkan tim penilai yang terdiri dari Kemenkumham, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja, Kepolisian, Kejaksaan Agung, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN). (sultantv-01)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

12,731FansSuka
6,619PengikutMengikuti
23,150PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru