Pedophobia, Ketakutan Terhadap Anak-Anak

Anak-anak pada usia pertumbuhan cenderung aktif dan celotehan mereka kerap mengundang tawa bagi orang yang melihatnya. Namun, pemandangan ini bukanlah hal yang menyenangkan untuk penderita pedophobia.

Alih-alih membuat gemas, keberadaan anak kecil malah membuat mereka takut dan ingin segera menghindar ke tempat yang jauh.

Apa itu pedophobia?

Pedophobia adalah ketakutan berlebihan yang muncul saat penderitanya berhadapan dengan anak-anak, balita, dan bayi. Seperti penderita fobia yang lainnya, orang-orang dengan pedophobia akan sangat menghindari situasi di mana mereka harus bertemu dengan hal yang ditakuti.

Mereka menganggap bahwa anak-anak adalah makhluk yang berisik dan mengganggu. Mungkin pandangan ini juga dimiliki Anda yang tidak menyukai anak kecil. Bedanya, jika Anda menunjukkan reaksi kesal dan jengah, penderita pedophobia bisa saja akan mengalami serangan panik ketika berhadapan dengan anak-anak.

Maka dari itu, penderita pedophobia kerap menjauhi tempat-tempat yang biasa didatangi anak-anak seperti taman kanak-kanak, taman bermain, supermarket, dan transportasi umum.

Padahal, cara ini akan memperkuat ketakutan mereka secara tidak sadar. Keluar rumah juga menjadi hal yang sangat sulit untuk dilakukan karena kemungkinan akan bertemu dengan objek yang ditakuti semakin besar. Jika tidak ditangani, fobia dapat memberikan dampak buruk pada kehidupan dan kesehatan mental seseorang.

Apa penyebab pedophobia?

Kebanyakan penderita fobia tidak mengetahui alasan jelas mengapa mereka memiliki ketakutan berlebihan terhadap sesuatu. Namun, beberapa faktor ini bisa menjadi penyebab munculnya pedophobia.

1. Faktor keturunan

Memiliki salah satu anggota keluarga yang memiliki fobia spesifik atau gangguan kecemasan dapat membuat seseorang memiliki kecenderungan genetik untuk mengalami hal yang sama. Ketika orang dengan keturunan fobia mengalami hal traumatis yang melibatkan anak-anak, maka besar kemungkinannya pedophobia akan muncul.

2. Masa kecil yang tidak menyenangkan

Orang-orang dengan masa kecil yang tidak menyenangkan bisa saja memunculkan fobia terhadap anak-anak. Rasa sedih dan iri ketika melihat anak-anak yang dibesarkan dengan bahagia membuat mereka ingin pergi menjauh agar tidak merasa sakit hati dan teringat dengan masa kecil.

3. Didikan orang tua

Cara orang tua membesarkan anak juga berpengaruh terhadap mentalnya di masa depan. Ketika orang tua terlalu melindungi anak dan terus memberitahu hal-hal negatif yang ada di dunia luar, secara tak langsung hal ini akan menanamkan pikiran pada anak bahwa lingkungan di sekitarnya adalah tempat yang berbahaya.

Akibatnya, anak menjadi mudah cemas dan takut saat menghadapi sesuatu. Bukan tidak mungkin, kecemasan ini juga akan memunculkan fobia di kemudian hari.

Gejala pedophobia

Gejala pedophobia dapat berbeda-beda pada setiap orang yang mengalaminya. Berikut adalah beberapa gejala yang umumnya akan muncul saat fobia terjadi:

  • Jantung berdetak kencang
  • Panik
  • Gangguan kecemasan
  • Keringat dingin, biasanya di sekitar telapak tangan
  • Pusing
  • Sesak nafas
  • Mual

Tidak harus berhadapan langsung, penderita pedophobia juga bisa merasa cemas dan takut hanya dengan memikirkan atau melihat gambarnya.

Bagaimana cara mengatasi pedophobia?

kebahagiaan anak

Belum ada cara yang ditujukan khusus untuk orang-orang dengan fobia terhadap anak-anak. Namun, fobia dapat ditangani dengan metode psikoterapi seperti terapi eksposur dan cognitive behaviourial therapy (CBT).

Pada terapi eksposur, penderita akan dihadapkan dengan objek ketakutannya secara terkontrol dan berkala. Hal ini bertujuan untuk membantu penderita dalam mengendalikan rasa takutnya.

Sedangkan CBT therapy yang dipadukan dengan terapi eksposur akan mengubah pola pikir penderita tentang anak-anak dan tentunya membantu untuk mengurangi rasa takut.

Dokter mungkin akan memberikan resep obat seperti beta blocker atau obat penenang yang digunakan dalam jangka waktu pendek.

Selain itu, penderita pedophobia dapat melakukan perawatan sendiri dengan mencoba latihan ketenangan seperti meditasi. Melatih teknik pernafasan dipercaya dapat membantu untuk mencegah reaksi cemas dan serangan panik.

Olahraga juga bisa menjadi cara untuk mengalihkan rasa takut. Menurut American Psychology Association, olahraga akan membantu pikiran untuk bereaksi lebih baik saat dihadapkan dengan situasi yang membuat stres. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh hormon endorphin yang dihasilkan tubuh setelah berolahraga.[]

(Visited 20 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.