Musim Hujan, Dinkes Kota Serang Imbau Waspadai Leptospirosis

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang juga meminta masyarakat mewaspadai berbagai penyakit yang timbul pada musim penghujan. Selain SDemam Berdarah Dengue (DBD), Leptospirosis atau kencing tikus juga perlu diwaspadai.

Penyakit ini bisa menjangkiti manusia lewat sentuhan air, tanah basah atau tanaman yang terkontaminasi urine binatang yang terinfeksi. Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Muhammad Affan mengatakan penyakit ini mesti diwaspadai di musim hujan, karena biasanya di musim penghujan banyak tikus keluar.

“Yang harus diwaspadai bukan gigitan tapi air kencingnya, biasanya di musim penghujan itu sering keluar,” katanya kepada Serangnews, Rabu (4/11/2020).

Affan menambahkan, sifat tikus yakni setiap kaget pasti kencing. Bahaya air kencing tikus ini bisa menyerang organ dalam manusia.

“Biasanya sering terjadi di dapur, misalnya saat masak terus ditinggal sebentar pas balik lagi ada tikus lagi nyari makanan melihat manusia kaget kencing, dapurnya juga biasanya kurang higienis,” tukasnya.

Kasus Leptospirosis ini pernah terjadi di Kabupaten Serang pada Februari 2019 lalu. Radarbanten.co.id menyebut, Ikin Sodikin, warga di Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, terkena leptospirosis.

Awalnya, pria itu membersihkan got di pabrik tahu tempat kerjanya. Namun tiba-tiba timbul luka di bagian tangan. Setelah itu badannya terasa lemas dan tidak kuat berjalan, pusing, dan diare.

“Gejalanya mirip seperti tipes. Air kencing saya jadi kuning kayak sirup,” katanya. [sultantv]

(Visited 4 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.