Mulai 1 Mei 2014, May Day jadi Hari Libur Nasional

May Day atau Hari Buruh, menjadi hari libur pada banyak negara di seluruh dunia. Umumnya diperingati tanggal 1 Mei, tapi pemilihan tanggal bervariasi di beberapa negara.  Dalam sejarah kuno, May Day dirayakan terkait dengan  awal musim semi. Namun, di sisi lain May Day merupakan hari solidaritas dan protes pekerja. Lalu, bagaimana sejarah May Day sehingga menjadi hari libur?

Terinspirasi oleh festival Yunani kuno seperti Anthesteria, May Day awalnya adalah perayaan musim semi dan kelahiran kembali alam dan kesuburan manusia. Secara tradisional, May Day ditandai dengan pengumpulan bunga dan upacara kesuburan menari di sekitar tiang.

Diberitakan oleh TIME, untuk kaum sosialis dan komunis, May Day memiliki makna pidato, parade, bom, juga kekerasan. Makna ini berdasarkan peristiwa yang dilakukan 200 ribu pekerja di Amerika Serikat di tanggal 1 Mei tahun 1886 silam. Saat itu, mereka melakukan pemogokan secara nasional, meminta waktu kerja dari 10 jam menjadi delapan jam sehari.

Pada tanggal 1 Mei tahun 1886, Chicago dan kota lainnya menjadi tempat demonstrasi serikat yang besar. Mereka protes akan perubahan jam kerja dari 10 jam menjadi delapan jam. Aksi protes di Chicago direncanakan untuk beberapa hari. Namun, pada tanggal 3 Mei pemogokan di salah satu pabrik kota, berubah menjadi kekerasan. Barulah keesokan harinya, pertemuan damai antara demonstran dan pemerintah di Haymarket Square menjadi momen penting.

Pada tahun 1889, Konferensi Sosialis Internasional menyatakan bahwa untuk memperingati peristiwa di Haymarket, tanggal 1 Mei akan menjadi hari libur internasional. Hari libur ini diperuntukkan bagi tenaga kerja, yang sekarang dikenal oleh seluruh masyarakat di dunia sebagai Hari Pekerja Internasional, Hari Buruh ataupun May Day.

Tapi, sejak Juli tahun 1958 Amerika Serikat tidak lagi merayakan May Day setiap tanggal 1 Mei. Sejak awal perang dingin, Amerika menolak perayan dari kaum komunis tersebut. Hal ini merupakan putusan presiden Eisenhower saat itu. Ia menandatangani sebuah resolusi mengganti “May Day” menjadi ‘Loyalty Day’.

Dimana, resolusi ini dibuat sebagai upaya untuk menghindari tanda solidaritas dengan “pekerja dunia” pada May Day. Resolusi menyatakan bahwa Loyalty Day akan menjadi hari khusus untuk penegasan kembali kesetiaan kepada Amerika Serikat.

Di Indonesia, sebenarnya sudah lama Hari Buruh diperingati. Pasal 15 ayat (2) UU Nomor 12 Tahun 1948 dinyatakan, “Pada hari 1 Mei, buruh dibebaskan dari kewajiban kerja”.

Hal itu membuat Indonesia menjadi negara Asia pertama yang menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh. Namu padan masa Orde Baru, pekerja dilarang memperingatai May Day. Perjuangan buruh akhirnya membuahkan hasil. Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional mulai 2014.

Keputusan itu diambil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 29 Juli 2013. Presiden mengabarkan keputusan itu lewat akun twitternya @SBYudhoyono. Hari ini, saya tetapkan 1 Mei sebagai Hari Libur Nasional dan dituangkan dalam Peraturan Presiden.[]

(Visited 13 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.