More
    BerandaBERITAMengenal Virus Hanta, Bahaya Virus dari Kotoran Tikus

    Mengenal Virus Hanta, Bahaya Virus dari Kotoran Tikus

    Seorang warga Desa Bojongkoneng, Kabupaten Bandung Barat dinyatakan positif virus hanta. Warga tersebut bekerja sebagai buruh bangunan. Sebelumnya ia merasakan gejala pusing, demam, dan nyeri lambung sejak 2 Mei 2025 saat sedang bekerja di proyek bangunan daerah Ciwidey, Kabupaten Bandung.

    Virus hanta belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Virus hanta merupakan kelompok virus yang menyebabkan gangguan paru-paru atau pembuluh darah dan ginjal, disebabkan oleh terpaparnya virus yang disebabkan oleh tikus atau hewan pengerat lain.

    Penyakit virus hanta tergolong ke dalam penyakit zoonosis yang penyebarannya dimulai dari hewan ke manusia melalui kontak langsung dengan feses, urine, dan air liur tikus yang sudah terinfeksi.

    Berikut kondisi penyebab yang dapat menyebabkan manusia terkena virus hanta:

    1. Menyentuh feses, liur, atau urine tikus terinfeksi virus.
    2. Menghirup udara yang mengandung virus hanta.
    3. Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi virus.
    4. Luka akibat gigitan tikus yang terinfeksi.
    5. Menyentuh mata, hidung, mulut tanpa cuci tangan setelah kontak dengan benda atau sesuatu yang terkontaminasi virus hanta.

    Gejala virus hanta biasanya tampak sekitar 1-8 minggu setelah terpapar virus. Gejala awalnya adalah demam, meriang, sakit kepala, mual dan muntah, sakit perut dan diare, nyeri otot, lelah. Penderita akan merasakan sesak napas, batuk, detak jantung cepat, nyeri dada, bahkan menimbulkan ruam kulit, tekanan darah rendah, syok, kebocoran plasma, serta gagal ginjal akut apabila tidak langsung ditangani dengan baik.

    Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terpapar virus hanta:

    1. Membiasakan diri mencuci tangan dengan air dan sabun.
    2. Menjaga kebersihan bahan makanan dan alat makan.
    3. Membasmi tikus di sekitar rumah atau tempat lain.
    4. Membersihkan area rumah dan tempat tertutup dengan disinfektan secara berkala.
    5. Hindari kontak dengan tikus dan kotorannya.
    6. Gunakan pakaian pelindung yang baik dan benar jika harus sering kontak dengan tikus.

    [Radika]

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    - Advertisment -

    Most Popular