More
    BerandaBERITAMengenal Kista, Penyakit yang Jarang Menimbulkan Gejala

    Mengenal Kista, Penyakit yang Jarang Menimbulkan Gejala

    Kista adalah kantung yang terbentuk dari jaringan membran yang berisi cairan, udara, semisolid, dan zat lain. Kista dapat muncul di beberapa bagian tubuh, mulai dari wajah, kulit kepala, punggung, lengan, kaki, hingga organ dalam tubuh seperti ovarium, rahim, ginjal, atau otak.

    Kista dapat tumbuh di berbagai bagian tubuh, berikut beberapa macam kista:

    1. Kista ovarium. Benjolan atau kantong berisi cairan yang tumbuh di indung telur. Kebanyakan kista ovarium bisa hilang sendiri tanpa penanganan khusus, namun jika ukurannya besar dan pecah, dapat timbul gejala serius seperti perut bengkak, pingsan, dan nyeri panggul yang parah.
    2. Kista epidermoid. Benjolan jinak yang tumbuh di kulit wajah, leher, kepala, punggung, atau alat kelamin. Pada beberapa kasus kista ini mengganggu penampilan, nyeri, dan infeksi.
    3. Kista payudara. Benjolan berisi cairan di jaringan payudara yang umumnya jinak atau tidak berkembang menjadi sel kanker. Jika kista membesar dan menimbulkan nyeri diperlukan penanganan khusus.
    4. Kista ginjal. Kista ginjal jinak tidak berkembang menjadi kanker atau menyebabkan komplikasi serius, namun kista ginjal polikistik bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan biasanya diturunkan dalam keluarga.
    5. Kista dermoid. Tumbuhnya kantong abnormal di tubuh yang berisi berbagai struktur jaringan seperti folikel rambut, kelenjar keringat, gigi, jaringan saraf, dan muncul di tulang belakang, otak, rongga sinus, rongga perut, atau indung telur.

    Gejala kista utamanya adalah benjolan pada bagian tubuh tertentu dan pertumbuhannya sangat lambat dan tidak menyebabkan rasa nyeri kecuali ada infeksi, sehingga perkembangan benjolan tidak dapat dirasakan dengan baik, seperti pada payudara atau ovarium. Kista yang mengalami infeksi biasanya akan keluar darah dan bau tidak sedap, kemerahan di kulit sekitar, muncul rasa nyeri, kaku dan kesemutan, mual dan muntah, demam, dan pusing.

    Penyebab yang dapat memicu dan memperparah kista diantaranya adalah kondisi genetik atau penyakit bawaan, ada tumor, infeksi, kelainan perkembangan embrio, cacat sel, inflamasi kronis, penyumbatan saluran tubuh, parasit, dan cedera.

    Faktor risiko pemicu kista bisa karena usia pubertas sampai menopause, sebab wanita mengalami menstruasi, wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS), endometriosis, obat penyubur kandungan, serta wanita yang pernah menjalankan kemoterapi dengan tamoxifen.

    Pengobatan kista dapat dilakukan dengan operasi pengangkatan, suntik kortikosteroid mengurangi radang, dan melakukan penyedotan cairan kista.

    [Radika Dzikru Bungapadi]

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    - Advertisment -

    Most Popular