BOGOR – Untuk mengantisipasi serangan siber di Ibu Kota Nusantara (IKN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memberi pelatihan melalui simulator smart city untuk menjaga keamanan fasilitas publik maupun nasional dari serangan siber.
Beberapa fasilitas yang kerap menjadi incaran serangan siber diantaranya adalah bandara, pusat perbelanjaan, kereta listrik, industri, gas station, dan pembangkit listrik.
Menurut BSSN, keamanan siber penting dijaga untuk sebuah kota cerdas. Hanya dengan menggunakan koneksi internet, ibu kota bisa lumpuh dengan kelihaian hacker-hacker anonim.
Contohnya, pada kasus peretasan Suzuki Indonesia pada 15 Oktober 2021.
Suzuki Indonesia kala itu mengalami percobaan peretasan ke sistem internal mereka yang ada di pabrik dan sejumlah data konsumen. Alhasil, merek mobil dan motor asal Jepang tersebut menghentikan produksi mereka selama 2 hari.
Untuk mengantisipasi hal itu, sumber daya manusia BSSN dilatih sejak dini agar keamanan siber di IKN tidak tembus. Caranya lewat simulator smart city yang sudah disiapkan. Belajar bagaimana pola serangan siber masuk di smart city maupun cara menangkalnya.
“BSSN melihat tugas dan fungsi BSSN mengamankan ruang siber nasional termasuk mengamankan ruang siber di Ibu Kota yang akan dibangun,” kata Kepala BSSN Hinsa Siburian di Kantor Pusat Pengembangan SDM Sentul, Jawa Barat, dikutip Kamis (17/3/2022).
Pada prinsipnya, BSSN melatih SDM guna mengoperasionalkan sistem elektronik dengan bentuk apapun di ibu kota baru yang mengusung konsep smart city.
“Pada prinsipnya yang kita latih ini adalah untuk menyiapkan supaya mereka bisa mengoperasionalkan apapun nanti bentuknya di ibu kota, makanya latihan kita ini bertahap bertingkat dan berlanjut,” jelas Hinsa.
Tak hanya itu, BSSN juga melatih personelnya khusus Cyber Security Online Simulation Platform. Berbicara tentang keamanan siber terdapat dua istilah, yaitu blue team dan red team.
Nantinya kedua tim ini bertugas melakukan penyerangan siber, sedangkan salah satu tim melakukan pertahanan dan pencegahan dari serangan siber. Dengan simulasi tersebut, peserta pelatihan BSSN dapat mengetahui bagaimana cara menyerang dan bertahan dalam hal serangan siber.
“Kalau kami di pendidikan di Pusbang SDM di pelatihan itu kita kerangka pelatihan blue teamnya dan red teamnya. Kalau dalam konteksnya pelatihan, pelatihan red team kurang lebihnya gimana caranya kita memberikan materi tentang menyerang itu seperti apa,” kata Widyaiswara Pusbang BSSN, Amrizal Arif. []





