Kreatif ! Warga Kampung Lentera Sulap Limbah Handuk Jadi Pot Bunga

Ada banyak cara mengurangi limbah rumah tangga, salah satunya dengan mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang bernilai. Seperti yang dilakukan warga Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondok, Kota Tangerang. Mereka mendaur ulang handuk bekas menjadi pot bunga yang memiliki nilai ekonomis.

Untuk pembuatan pot daur ulang sampah terbilang mudah, sebab hanya bermodalkan semen dan handuk bekas, lalu dicat warna-warni. Lurah Cipondoh Makmur Boyke Urif mengatakan, pot daur ulang sampah dari handuk bekas memiliki potensi pasar yang baik, sehingga berpotensi membangkitkan perekonomian masyarakat. Selain itu, masyarakat juga sadar untuk menciptakan tempat tinggal yang bersih indah dan nyaman.

Selain diminati konsumen dari daerah sekitar Kecamatan Cipondoh, pot Lentera hasil kreasi dan inovasi warga ternyata dimianti sang Master Go Green Kampung Tematik asal Malang, Bambang Irianto “Glintung”. Harga satu pot handuk dibandrol Rp15 ribu–Rp75 ribu. Bagi Anda yang penasaran dengan cara pembuatan pot tanaman dari daur ulang handuk, bisa datang langsung ke Kampung Lentera, di Kecamatan Cipondoh.


Keluarahan Cipondoh Makmur merupakan salah satu kampung tematik yang dibentuk Kota Tangerang dengan nama Kampung Lingkungan Elok Nyaman Tertata Serta Rapi (Lentera). Warga didorong untuk berkreativitas dan peduli terhadap lingkungan.

Sekadar diketahui, Sejak tahun 2018, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah telah meluncurkan Kampung Tematik sebagai upaya untuk melibatkan masyarakat dalam pembangunan. Melalui Kampung-Kampung Tematik yang dibentuk di setiap RW, diharapkan aktivitas ideal di lingkungan terbangun seperti adanya kegiatan keagamaan, kegiatan bermain anak, kegiatan usaha asli masyarakat, kegiatan kepemudaan, kegiatan pendidikan luar sekolah, kegiatan kebudayaan dan kegiatan olahraga.

“Kampung Tematik ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan hak dasar masyarakat, melindungi dari berbagai resiko sosial dan ekonomi yang dirasakan. Kemudian, memelihara kearifan lokal, serta mengendalikan konflik sosial yang terjadi di lingkungan,” ungkap Arief dalam berbagai kesempatan.[]

(Visited 258 times, 1 visits today)

About The Author

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.