Kemendag Dorong Ekspor dan Investasi di KEK

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengajak seluruh Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) untuk mempromosikan dan menjaring buyers serta investor dalam membangun maupun mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Tujuannya, untuk meningkatkan ekspor dan menguatkan investasi Indonesia.

Direktur Jendral Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan menjelaskan, atase dan ITPC dapat membantu dan mensinergikan peningkatan promosi, penguatan perdagangan dan investasi di 12 KEK. Baik dalam kegiatan industri, ekspor,  impor dan kegiatan ekonomi lainnya seperti industri logistik.

“Termasuk juga industri pariwisata dan lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi agar optimal capaian targetnya,” tuturnya dalam acara Diseminasi Fasilitasi Perdagangan Luar Negeri di KEK yang mengangkat tema Strategi Peningkatan Perdagangan dan Investasi untuk KEK di Indonesia di Hotel Golden Boutique Jakarta, Selasa (23/10).

Oke menjelaskan, KEK banyak menyediakan fasilitas dan kemudahan baik fiskal maupun non-fiskal. Pengembangan KEK sendiri telah meraih prestasi karena berhasil mendongkrak peringkat Indonesia sebagai negara tujuan berinvestasi. Menurut US News & World Report, Indonesia saat ini berada di urutan kedua dari lima besar negara lokasi terbaik bagi investor.

“Hal ini tak  lepas dari konsistensi pemerintah merumuskan kebijakan nasional untuk mendorong aliran investasi dan perdagangan  seperti pembentukan KEK di 12 provinsi di Indonesia,” tutur Oke.

Setiap tahun, US News & World Report mengumumkan daftar negara terbaik tujuan investasi. Dalam melakukan survei, lembaga tersebut menggandeng agensi periklanan Y&R serta Wharton School dari Universitry of California.

Mengutip hasil survei US News & World Report, Oke mengatakan, Indonesia berada di peringkat kedua di bawah Filipina yang menduduki urutan pertama negara terbaik untuk menanam modal. Berikutnya ada Polandia, Malaysia dan Singapura. “Bangsa Indonesia patut bangga dengan prestasi yang dicapai di tengah perekonomian global yang tidak stabil ini,” ujarnya, seperti dikutip dari republika.co.id.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang penyelenggaraan KEK dan butir tiga Nawacita, sembilan agenda prioritas Pemerintahan Jokowi, KEK dikembangkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membangun keseimbangan pembangunan antar wilayah.

KEK memiliki karakteristik dan spesialisasi tersendiri dalam zona–zona khusus seperti zona industri, pengelolaan ekspor, pariwisata, logistik, energi, pengembangan teknologi dan ekonomi lain.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Kemenko Bidang Perekonomian Wahyu Utomo menekankan pentingnya para ITPC dan Atase Perdagangan mempromosikan KEK ini di seluruh dunia untuk mencari investor. “Para Atase Perdagangan dan ITPC harus mencari investor agar menanamkan investasi di KEK ini,” ucapnya.

Sampai  saat ini, pemerintah telah mengembangkan  12 KEK. Tapi, baru empat  yang  beroperasi yaitu KEK Sei Mangkei-Sumatera Utara, KEK Tanjung Lesung-Banten, KEK Palu-Sulawesi Tengah dan KEK Mandalika-Nusa Tenggara Barat. Sementara itu, sisanya masih dalam proses pembangunan. Di antaranya, KEK Tanjung Api-api di Sumatera Selatan, KEK Morotai di Maluku Utara dan KEK Bitung di Sulawesi Utara.

Senada dengan Wahyu Utomo, Sekretaris Dewan KEK Enoh Suharto Pranoto berharap Atase Perdagangan dan ITPC menjadi garda depan dalam mempromosikan KEK di dunia internasional. “Kita berharap Atdag dan ITPC menjadi ujung tombak di luar negeri dalam meningkatkan perdagangan dan sekaligus mendatangkan investasi ke KEK ini,” katanya.[]

(Visited 17 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.