Kemenag Kota Serang Sambut Baik Jamaah Indonesia Diperbolehkan Umrah Kembali

Indonesia dan Pakistan menjadi dua negara di luar Saudi Arabia dan negara-negara teluk yang diperbolehkan kembali menunaikan ibadah umrah pada masa pandemi. Ini dikatakan Drs H Deni Rusli M.SI, Kasi Haji Kemenag Kota Serang dan Ketua Alumni Petugas Haji Indonesia Propinsi Banten. Menurutnya, pertimbanganya bisa jadi karena Indonesia adalah jamaah umrah terbanyak dan Pakistan jamaah haji terbanyak sebelum pandemi.

Diperbolehkannya ibadah umrah untuk jamaah Indonesia ini menurut H Deni adalah kabar gembira bagi masyarakat. Terlebih bagi yang sudah rindu melaksanakan umrah.

“Masyarakat kita, rasanya kalau sudah jadi keyakinan, apapun yang terjadi tetap berusaha keras melaksanakan itu. Dengan adanya berita pembukaan umrah ini menjadi kabar baik, yang penting pelayananan travel umrahnya maksimal,” tuturnya seusai menjadi pembicara pada program Bincang Hari Ini Sultan TV, Jumat (6/11/2020).

Setelah ditutup sejak Februari 2020 hingga beberapa bulan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memperbolehkan kembali warga dunia untuk melakukan umrah. Per 1 November 2020 kemarin, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) kembali melayani penerbangan umrah. Penerbangan umrah ini direalisasikan setelah Pemerintah Arab Saudi membuka penerbitan visa umrah bagi warga negara Indonesia.

Cara pengaturan siapa saja yang bisa umrah ini kata H Deni, dilaksanakan biro perjalanan umroh sementara pemerintah hanya membuat regulasi. Hal terpenting kata dia, jamaah harus mematuhi regulasi yang dibuat baik dari pemerintah Indonesiaa maaupun pemerintah Arab Saudi. Ini tertuang di keputusan Menteri Agama RI nomor 719 tahun 2020 tebtang pedoman penyelengaraan ibadah umrah di masa pandemi.

“Misalnya ketentuan Saudi Arabia terkait masalah protokol kesehatan berupa swab test. Kalau di Indonesia kaan dari hidung, di sana dari mulut. Terkait masalah karantina di sana, ikuti saja. Juga terkait ketentuan adanya tasrikh atau izin masuk tempat-tempat ibadah di Madinah, Masjidil Haram, roudoh, makam nabi, makam para syuhada. Itu demi kebaikan bersama,” jelaas H Deni.

Pembatasan usia 18-50 tahun bagi jamaah umroh pada masa pandemi ini demi kebaikan bersama, juga terkait pembatasan kuota jamaah yang berangkat.

“Umrah di masa pandemi ini ada yang bilang umrah rasa haji. Saat tiba di bandara sana, sudah ditunggu bus baru keluaran 2020. Ini pelayanan luar biasa termasuk akomodasi dan transportasi. Apalagi saat di pesawat dan bus, karena jaga jarak per baris hanya diisi satu orang,” tuturnnya.

Meski diberlakukan beragam regulasi yang mengacu pada protokol kesehatan yang ketat, durasi umrah di masa pandemi ini waktunya kurang lebih 9-10 hari. Tidak jauh berbeda dengan umrah di masa sebelum pandemi. Namun, adanya peraturan karantina tiga hari di hotel setelah tiba di Arab Saudi, biaya swab test dan sebagainya, mempengaruhi biaya perjalanan umrah.[]

(Visited 3 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.