Kelelawar atau Chiroptera adalah salah satu hewan kelas Mamalia yang punya sayap di kedua sisi tubuh, serta memiliki kemampuan terbang yang sempurna. Kelelawar bahkan bisa terbang di tempat dan terbang mundur.
Kelelawar merupakan hewan mamalia yang mampu terbang dan punya kemampuan navigasi pada malam hari dengan ekolokasi, yaitu kemampuan untuk menentukan lokasi objek di sekitarnya dengan gelombang suara yang dipancarkan dan gema yang dipantulkan.
Klasifikasi jenis kelelawar:
- Kelelawar Megachiroptera. Pemakan buah, nektar, dan serbuk sari. Termasuk spesies kelelawar terbesar, seperti Flying Foxes yang beratnya bisa mencapai 1,4 kg.
- Kelelawar Microchiroptera. Pemakan serangga, beberapa pemakan buah, dan termasuk jenis kelelawar terkecil.
Seringkali kelelawar dianggap sebagai hewan perusak, meskipun memiliki peran penting dalam rantai pada ekosistem hewan dan tumbuhan. Sering dianggap membawa virus, uniknya kelelawar tidak pernah sakit dan justru dianggap kebal.
Peneliti dari Icahn School of Medicine, Thomas Zwaka pada 2023 mempelajari sel yang membuat kelelawar kebal penyakit dan virus. Zwaka menemukan banyak versi aktif dan protein sehingga tubuh mereka dapat mengolah virus untuk bertahan diri dari virus lain.
Penelitian dari University of Rochester juga menemukan bahwa kelelawar kebal terhadap penyakit kanker. Beberapa spesies kelelawar punya umur sangat panjang sampai 40 tahun, padahal ukuran tubuhnya kecil. Seiring bertambahnya usia, pertahanan tubuhnya sangat baik untuk menghindari kanker yang bisa menghambat hidup panjang kelelawar.
Kelelawar punya mekanisme agresif untuk membunuh sel, diimbangi dengan enzim terlalu aktif yaitu telomerase yang memungkinkan sel terus berkembang biak. Kelelawar juga punya sistem kekebalan yang mampu membunuh sel kanker jahat secara efektif.
[Radika]





