28.8 C
Serang
Thursday, February 25, 2021

Diterjang Banjir Bandang, Ratusan Warga Bogor Mengungsi dan 3 Rumah Hancur

Banjir bandang terjadi di kawasan Puncak, Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Kemarin. Akibatnya, tiga unit rumah dan satu unit warung hancur usai banjir bandang menerjang Kampung Gunung Mas Blok C dan Kampung Rawa Dulang, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/1).

“Sebanyak 3 unit rumah rusak berat dan 1 unit warung rusak berat. Korban jiwa nihil,” ungkap Manajer Pusdalops PB BPBD Jawa Barat Budi Budiman Wahyu, Rabu (20/1).

Selain itu, lanjut Budi, sebanyak 637 jiwa mengungsi ke sejumlah titik. Budi menyebut, 40 kepala keluarga (KK) atau 180 jiwa mengungsi di 21 pondokan. Kemudian, 2 KK atau 11 jiwa mengungsi ke Cirohani (Samping Argamulya).

Selanjutnya, 8 KK atau 30 jiwa mengungsi ke Rawadulang serta 111 KK atau 416 jiwa mengungsi ke Kampung Pengsiunan.

Kepala Stasiun Klimatologi Bogor Abdul Mutholib meminta warga mewaspadai potensi cuaca ekstrem di Bogor.

“Curah hujan dengan intensitas ekstrem tercatat pada Pos Hujan Gunung Mas Puncak sebesar 107,5 mm (Hujan Sangat Lebat). Sedangkan dari pos pengamatan Naringgul Puncak, tercatat curah hujan sebesar 112 mm (Hujan Sangat Lebat),” ujar Abdul melalui keterangan tertulis, Selasa (19/1/2021).

Menurutnya, potensi hujan dengan intensitas tinggi di Bogor masih akan terjadi. Durasi hujan akan berlangsung lama hingga dini hari.

“Berdasarkan pantauan citra radar, tampak terjadi pergerakan awan hujan dari arah Barat hingga Barat Laut ke wilayah wilayah Cisarua Bogor dalam durasi yang lama dan bersifat terus menerus dari siang hingga dini hari yakni pukul 10.46-05.00 WIB. Kondisi curah hujan yang cukup tinggi tersebut berpotensi memicu luapan air sungai dan mengakibatkan banjir di sekitar daerah aliran sungai,” katanya.

“Berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer proses pertumbuhan awan hujan pada saat tanggal kejadian tersebut dipicu oleh kondisi atmosfer yang labil dan didukung oleh kondisi anomali suhu permukaan laut yang masih hangat serta terdapatnya daerah perlambatan angin yang melewati wilayah Jawa Barat, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Barat,” sambungnya.[]

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

12,731FansSuka
6,654PengikutMengikuti
31,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru